Kitakini.news - Demi memenuhi permintaan anak memiliki mobil,seorang ayah mengajak anaknya untuk membunuh seorang sopir taksi online di KotaMedan.
Keduanya pun terpaksa ditembak di bagian kakioleh tim Satreskrim Polrestabes Medan saat dilakukan penangkapan di Kabupaten TanahKaro karena mencoba melarikan diri.
Menurut Kapolrestabes Medan Kombes Pol GidionArif Setyawan, kasus ini terungkap berawal dari laporan keluarga korban padatanggal 7 April 2025.
"Dilaporkan kalau korban Michael Pakpahan telahmeninggalkan rumah sejak 6 April namun tidak kembali-kembali," ujar Gidion,Jumat (11/4/2025).
Merasa aneh atas hilangnya korban yang bekerjasebagai sopir taksi online, Satreskrim Polrestabes Medan pun lakukanpenyelidikan dengan memeriksa bukti-bukti yang diserahkan keluarga korban.
"Setelah kita dalami, penyidik melihat kasusini merupakan pembunuhan karena tidak nampak jejak sedikit pun korban inimeninggalkan rumah," kata Gidion.
Polisi kemudian melacak nomor plat mobil korbandan pelaku pun ditangkap saat menguasai mobil korban di Kabupaten Tanah Karo.Dan kedua tersangka pun ditangkap.
Dalam kasus ini Kapolrestabes Medan Kombes polGidion Arif Setyawan menjelaskan bahwa kedua tersangka merupakan ayah dan anak.Dimana K (Ayah) mendapatkan permintaan dari AP (Anak) yang inginkan dibelikanmobil untuk ia bekerja.
Karena tidak dapat memenuhi, K pun mengajakanaknya melakukan aksi pembunuhan dengan merampok Mobil milik sopir taksionline.
Setelah berhasil, jasad korban dimasukkan kedalam goni lalu dibuang ke sungai Paluh Kabupaten Langkat dengan kondisimengenaskan.
Menurut Kombes Gidion, Pembunuhan ini sudah direncanakan yang mana kedua pelaku sudah menyusun skema dalam melakukankejahatannya.
Sehingga ayah dan anak tersebut terancamdihukum penjara seumur hidup atau hukuman mati.