Pabrik Es Kristal Diintimidasi Oknum Ormas dan Dipaksa Tutup

Azzaren - Senin, 21 April 2025 16:00 WIB
Teks foto : Para karyawan UD Aquaris terlihat hanya duduk karena tak bisa bekerja karena diintimidasi oleh oknum Ormas yang memaksa pabrik es tersebut ditutup. (Bayu)

Kitakini.news - Seorang pengusahabernama Cici membagikan pengalamannya di media sosial tentang nasib usahapabrik Es Kristal miliknya di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, KabupatenLangkat, Sumatera Utara, yang dipaksa tutup oleh sekelompok oknum salah satuOrmas disana. Usai viral di media sosial, pihak kepolisian pun langsung turunke lokasi untuk melakukan proses penyelidikan.

Kejadian inisampai-sampai membuat Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo ikut turuntangan langsung. Kepada pemilik usaha, Kapolres berjanji untuk mengusut tuntaskejadian ini.

"Dalam hal inipihak kepolisian berupaya untuk menciptakan situasi yang kondusif dan berjanjiakan memberikan perlindungan kepada pengusaha dan pekerja," kata KapolresLangkat, AKBP David Triyo Prasojo, Sabtu (19/4/2025) siang.

Kapolres mengatakan,pabrik tersebut sudah bisa beroperasi lagi dan telah menempatkan personel untukmemberikan rasa aman masyarakat.

"Kami juga telahmengamankan pelaku yang diduga mengintimidasi pemilik pabrik es. Sebelumnya,kami sudah mengimbau agar pelaku untuk menyerahkan diri," kata kapolres.

Saat ini pelakuberinisial B yang diduga mengintimidasi dan memeras pengusaha es sudah ditahan diMapolres Langkat untuk memudahkan pemeriksaan.

Sementara itu, Cicipemilik usaha es kristal UD Aquaris dalam postingannya di media sosialbercerita usahanya pembuatan itu terpaksa tutup karena pekerjanya kerapmendapat intimidasi dari ormas setempat, Kamis (17/4/2025).

"Kami usaha pengusahaUD Aguaris usaha pembuatan es kristal, kami sudah tertekan dengan adanya orangmengaku dari Ormas SPSI dan Pemuda Pancasila, yang menyetop usaha kami," ucapCici.

Menurut Cici,intimidasi tersebut lantaran mereka tidak memenuhi sejumlah permintaan dariormas tersebut. Sehingga ia meminta tolong kepada aparat penegak hukum untukmembantunya.

"Padahal usaha kamipunya ijin, kami bayar pajak tapi karena permintaan mereka (ormas) tidak kamipenuhi usaha kami dipaksa berhenti karyawan kami tidak boleh bekerja,"tuturnya.

"Tolonglah kami bapakKapolri, Kapolda Sumut, Kapolres Langkat. Tolong kami dari intimidasi merekayang mengaku dari Ormas. Tolong bantulah kami bapak- bapak yang kami hormati,"pungkasnya.

Cici berharap agarkasus ini dapat segera diselesaikan dan operasional pabrik dapat kembaliberjalan normal. Mereka juga berharap agar pihak berwenang dapat memberikanperlindungan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Deputi IV/Hanneg Kemenko Polkam Tinjau Pabrik Es di Langkat Diintimidasi Ormas