Kitakini.news -Sebuah videomemperlihatkan 4 WNI asal Kota Binjai mengaku terlantar di Kamboja tepatnya diKota Pnompenh beredar di jejaring pesan singkat group WhatsApp, Senin (28/4/2025)siang.
Dalam isi video tersebut, salah seorang WNI bernama Cikal Ramadanmemohon kepada Walikota Binjai Amir Hamzah dan Wakil Walikota Binjai HasanulJihadi untuk dibantu proses pemulangan mereka ke tanah air.
"Pak mohon bantu kami disini. Kami wargaBinjai yang terlantar di Kamboja tepatnya di Kota Pnompenh. Pak kami sudah 3hari disini nggak makan, pak kami disiksa di tempat kerja kami pak,"sebutnya.
Kata Cikal Ramadan, selama terlantar di Kambojamereka tidak ada memegang uang sama sekali untuk makan saja mereka sudah takbisa. Mereka mohon dipulangkan supaya bisa sampai kembali di Kota Binjai.
"Mohon bantuannya pak, kami sudah tidak taulagi harus mengadu ke siapa. Hanya pesan ini yang bisa kami sampaikanpak," ujarnya.
Terakhir, Cikal Ramadan meninggalkan pesan yangmembuat rasa haru. Dia mengatakan tidak tau lagi beberapa hari ke depan apamasih bisa mengirim kabar atau tidak."Saya lahir, besar di Binjai dan wargabapak, tolong kami pak," ucapnya.
Meski tak diketahui persis apa pekerjaan merekaselama di Kamboja, namun kuat dugaan mereka disana bekerja sebagai admin judol.
Sebelumnya, Menteri Badan Perlindungan PekerjaMigran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding turut memberikan tanggapanterkait praktik TPPO yang banyak mempekerjakan anak muda dari Binjai ke luarnegeri khususnya Asean secara ilegal sebagai admin judol.
Menteri mengatakan jumlah pekerja TPPO saat iniyang berhasil dipulangkan dari luar negeri yakni Kota Myaweddy (Myanmar) adaberjumlah sekitar 137 orang khususnya yang dari Sumatera Utara. Dari jumlahtersebut yang terbesar adalah para pekerja berasal dari Kota Binjai.
Hal itu disampaikannya usai mengunjungi tempatusaha makanan/jajanan berskala UMKM milik Eliza Hafni Nasution, 46 tahun, diKelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, beberapa hari lalu. (**)