Bayi dari Hasil Hubungan Sedarah Kakak Beradik sangat Berbahaya bagi Kesehatan Bayi

Azzaren - Senin, 12 Mei 2025 20:05 WIB
Teks foto : Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Sumut (IAKMI) Destanul Aulia. (Azzareen)

Kitakini.news -

Jasad bayi yang dididuga dari hasil hubungan sedarah yangdilakukan oleh kakak beradik di Kota Medan dinilai sangat berbahaya. Mulai daribayi lahir prematur, masalah pernapasan dan jantung hingga kematian pada bayi.

Publik dikejutkan oleh jasad bayi yang dikirimkan via ojekonline pada Kamis (8/5/2025) oleh pengemudi bernama Yusuf Ansari.

Belakangan diketahui bahwa jasad bayi tersebut diduga dari hasilhubungan sedarah kakak beradik R (24) dan NH (21). Keduanya pun telah diamankanoleh kepolisian sebagai pihak yang melakukan pengiriman jasad bayi tersebut.

Disisi lain, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat IndonesiaSumut (IAKMI) Destanul Aulia, mengatakan jika hubungan sedarah yang dilakukanoleh kakak beradik atau inses sangat berbahaya.

Selain berisiko mengalami gangguan kelainan darah, pernapasandan jantung, bayi hasil hubungan sedarah akan lahir prematur dan kemungkinanmengalami kematian.

"Karena akan mengganggu permasalahan kesehatan itu sendiri,dari sisi genetik dia bermasalah akan melemahkan sistem pendarahannya," ujarAulia, saat ditemui kitakini.news di kediamannya, Senin (12/5/2025).

Kondisi bayi hasil dari hubungan inses akan melemahkan sistemparunya, akan memakan sistem bawaan organ-organnya sehingga sering menimbulkanpenyakit jantung bawaan.

"Akan mengganggu pernapasan dan tentunya kalau di fase-fase awalbiasanya dia juga akan menjadi bayi yang lahir dengan berat badan berat bayilahir rendah (BBLR). Kemudian bayi prematur dan ini sangat mengganggu untukperkembangan masa depan dan juga jika tidak serius ditangani ini akanmenyebabkan kematian bayi," jelas Aulia.

Menurutnya, hubungan sedarah bisa terjadi karena beberapa hal,antara lain, tidak ada rasa aman di keluarga, daerah yang terisolir, faktorkemiskinan, dan kurang deteksi dini dari orang-orang sekitar.

Untuk mencegah terjadinya hubungan sedarah harus dimulai darikeluarga dan sekolah, dengan mulai mengajarkan kepada anak-anak mengenaipendidikan seksual dan reproduksi.

"Di keluarga tolong dibiasakan kita berbicara tentangpendidikan seksual dan pendidikan reproduksi kepada anak-anak kita, bahwa inibukan sesuatu yang tabu tapi ini dijelaskan sehingga mereka mempunyai pemahamanyang sama. Kedua di sekolah, di sekolah juga mulai menjelaskan tentangpendidikan reproduksi," pungkasnya.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait