Kitakini.news -Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkanBupati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rinto Wardana Samaloisa, marah-marahterhadap diduga kapten kapal.
Dalam video berdurasi tidak sampai satu menititu, Rinto terlihat membentak kapten kapal tersebut sambil menunjuk-nunjuk.
"Kamu saya perintahkan mengambil paspor.Ini sudah batas kesabaran saya. Sekarang... sekarang!" teriak Rinto dalamvideo tersebut.
Peristiwa itu terjadi di perairan PagaiSelatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis (8/5/2025).
Juru Bicara Bupati Mentawai, Hendri Salaleubaja, Minggu (11/5/2025), mengatakanperistiwa itu terjadisaat rombongan bupati melakukan kunjungan kerja ke Pagai Selatan.
Bupati mendengar ada turis yang surfing tanpabayar Surf Tax (pajak selancar).Bupati dengan menggunakan kapal langsung menuju kapal pesiar yangdipakai rombongan turis tersebut.
Saat itu, ada 3 kapal yang dijumpai. Pada kapalpertama dan kedua, persyaratan administrasi lengkap dan tidak ada masalah.Namun, di kapal ketiga, yaitu kapal D, ketika bupati menanyakan surf tax danpaspor turis yang dibawanya, si kapten bertele-tele.
Dari ketiga kapal tersebut, kapal pertama dan kapal kedua yangdicek tidak mengalami masalah sedikit pun. Pengecekan terjadi sekitar 20 menitsaja, sedangkan kapal ketiga yang sedang mengangkut 10 orang turis tidak mampumenunjukkan surat-surat administrasi.
Persoalan yang ditanya tidak mampu dijawab dan juga tidak mampumemperlihatkan kwitansi biaya retribusi. Hal inilah yang membuat bupati marahbesar.
Hingga akhirnya, Bupati meminta mereka untuk membayar di tempatsebesar Rp20 Juta. Masing-masing turis tersebut dikenakan biaya retribusisebesar Rp2 Juta. Uang tersebut diserahkan oleh Bupati Mentawai ke kas daerah.
Masalah perizinan dari awak kapten kapal tersebut juga turutdiamankan oleh Bupati untuk melakukan klarifikasi ke ibu kota KabupatenMentawai di Tuapejat.