Kitakini.news -Dalam upaya memperkuat komunikasi publik dan mempererat sinergiantara aparat keamanan dengan masyarakat, Divisi Humas Polri melaksanakankegiatan Silaturahmi Kamtibmas di Kota Binjai pada Senin 19 Mei 2025 di AulaWalikota Binjai. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kontra radikalguna menangkal penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang dapatmengganggu stabilitas keamanan nasional.
Silaturahmi ini dipimpin oleh Kombes Pol Erdia Chaniago dariDivisi Humas Mabes Polri. Dalam kegiatan tersebut juga didampingi oleh KapolresBinjai AKBP Bambang Christanto Utomo. Turut hadir juga tokoh masyarakat,tokoh agama, pemuda, mahasiswa serta unsur pemerintahan daerah yang diwakilioleh Sekda Kota Binjai H Irwansyah Nasution.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi intoleransi danradikalisme di Kota Binjai dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dankondusif. Sekretaris Daerah Kota Binjai, H. Irwansyah Nasution, yang mewakiliWali Kota Binjai, menekankan pentingnya peran dan keikutsertaan semua pihakdalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Divisi Humas Polri, Kombes Pol ErdiaChaniago menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjagakeamanan dan ketertiban, serta bahaya laten paham-paham radikal yang menyasargenerasi muda.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi yang lebihhumanis dan membangun kepercayaan publik. Kami mengajak seluruh elemenmasyarakat untuk bersama-sama menjaga NKRI dari ancaman radikalisme," ujar Erdia.
Selain dialog interaktif, kegiatan juga diisi dengan penyuluhantentang literasi digital dan cara menangkal hoaks atau ujaran kebencian yangkerap menjadi pintu masuk radikalisme di dunia maya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan pemberi materi MantanNarapidana Teroris, Ustadz Roni Samsuri, dan memberikan materi dengan judul 'TerorismeMusuh Kita Bersama'.
Kegiatan Silaturahmi Kamtibmas ini diharapkan mampu menjadijembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat, serta memperkuat ketahanansosial dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan, khususnya yang bersifatideologis.