Kitakini.news -Desi Erianti (44),meninggal dunia setelah diduga ditolak dirawat di Instalasi Gawat Darurat(IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin, Kota Padang, Sumatera Barat, telahdimakamkan, Minggu (1/6/2025).
Desi Erianti,dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Dingin, KecamatanKoto Tangah, Kota Padang, Sumbar. Proses pemakaman berjalan lancar dan dibawahsuasana duka.
Desi Erianti, pemilikKartu Indonesia Sehat (KIS) ini, bermula mengalami sesak napas. Warga JalanPilakuik, Kelurahan Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, langsungdilarikan keluarga, ke RSUD Rasidin, pukul 00.15 Wib, Sabtu, 31 Mei 2025.
Menurut adik Desi,Yudi, pihak IGD RSUD Rasyidin menolak memberikan layanan medis dengan alasanpasien tidak termasuk kategori gawat darurat (emergency).
Di rumah, keluargahanya bisa berdoa berharap kondisi Desi membaik esok pagi. Namun, kondisi Desisemakin memburuk, hingga akhirnya mereka membawanya ke RSU Siti Rahmah. Namun,nyawa Desi tidak terselamatkan.
"Sejauh ini,pihak rumah sakit belum ada datang ke rumah dan ikut kepemakaman. Kami memintatidak terulang lagi kejadian serupa," ujar Yudi.
Kepala Dinas KesehatanKota (DKK) Padang, Srikurnia Sari mengakui, dalam satu tahun ini, pihaknyasudah empat kali melakukan pembinaan pelayanan terhadap Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Rasidin.
Menurut dia, kejadianyang menimpa Desi Erianti, disebabkan tim medis IGD belum lengkap danmenyeluruh melakukan pemeriksaan. "Kawan-kawan belum mendetail melakukanpemeriksaan," ujarnya.
Direktur RSUD Rasidin,Desy Susanty, mengatakan, timnya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Desi,sesuai dengan prosedur.
Tim dokter malamitupun menyarankan pulang dan besoknya berobat ke puskesmas. "Kalaupenyakit ispa bisa berobat di puskesmas. Tim kita sudah melakukan penangananlebih satu jam," ujar Desy.
Senin ini pihak rumahsakit dan Pemda Padang akan dipanggil ke DPRD Kota Padang, untuk membicarakanmasalah tersebut dan mencari akar permasalahan.