Irigasi Rusak 2 Tahun, Puluhan Emak Emak Serbu Walikota Sidimpuan

Efendi Jambak - Selasa, 03 Juni 2025 15:34 WIB
(Kitakini.news/Efendi Jambak)
Puluhan Emak emak keluhan saluran irigasi Rusak di Kantor walikota Padangsidimpuan.

Kitakini.news -Puluhan emak-emak dari 7 desa dan 2 Kelurahan di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan menggeruduk Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa (3/6/2025).

Unjuk rasa emak-emak ini dikarenakanproyek irigasi dengan anggaran Rp3,2 Miliar di Desa Hapinis, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua rusak parah selama dua Tahun mengakibatkan masyarakat kesulitan air.

Dalam aksinya, massa menuntut Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, secepatnya memperbaiki proyek tersebut. Karena saluran irigasi ini sangat vital untuk kebutuhan pertanian masyarakat.

"Saluran irigasi ini mengalami kerusakan akibat tumpukan sampai dari TPA Batubola yang mengalami longsor. Alhasil tumpukan tersebut menutup saluran irigasi. Sehingga, sawah masyarakat kini tidak dialiri air lagi," ungkap perwakilan masyarakat, Mushola Saidi Siregar kepada wartawan.

Dikatakannya, bayaimana masyarakat bisa mendukung program nasional dalam bidang Ketahanan Pangan Nasional, bila air persawahan tidak baik selama 2 tahun, sehingga mengakibatkan hasil panen tak signifikan.

"Kami berharap, dalam seminggu ini irigasi tersebut akan segera dialiri air ke pertanian bapak dan ibu," cetusnya.

Disamping itu massa mendesak Pemko Padangsidimpuan untuk merelokasi TPA yang awalnyasudah disepakati bersama lokasinyadi Batang Bahal.

Sampah yang terbawa aliran air dari TPA terdiri dari limbah domestik, mulai dari plastik hingga sampah organik. Akibatnya, Sungai Batang Ayumitercemardipenuhi limbah dan memicu kekhawatiran serius, terutama bagi petani yang menggantungkan irigasi sawah dari aliran tersebut.

"Kami tidak berani lagi menggunakan air Sungai Batang Ayumi. Selain bau dan kotor, kami takut dampaknya ke kesehatan dan hasil panen," bebernya.

Sementara itu, Mushola Saidi Siregarmenambahkan,kondisi ini sangat merugikan petani, terutama saat memasuki musim tanam.

"Kalau airnya sudah tercemar, bagaimana tanaman bisa tumbuh dengan baik? Ini sudah berlangsung berulang kali dan belum ada solusi nyata," keluhnya.

Warga setempat bahkan terpaksa melakukan pembersihan sampah secara mandiri, meski upaya itu tidak memberikan hasil signifikan karena volume sampah yang tumpah ke sawah dan sungai Batang Ayumi

Aksi massa ini pun ditanggapi langsung Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe meski dirinya tengah menunaikan ibadah haji.

Melalui Video Call dirinya mengatakan, proses perbaikan sedang berjalan, kita sudah melakukan koordinasi dengan KUPT Provinsi terkait perbaikan Irigasi ini.

"Harapan saya agar masyarakat yang terdampak agar dapat sedikit bersabar. Saya berjanji setalah pulang haji pada tanggal 13 Juni 2025 nanti saya akan melakukan kordinasi dengan KUPT Padangsidimpuan dalam menindaklanjuti Irigasi tersebut," papar Letnan.

Mendengar tanggapan tersebut, masyarakatpun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Kendati demikian, mereka berjanji akan kembali melakukan aksi dengan membawa massa yang lebih besar lagi Apabila Irigasi Tersebut tidak di perbaiki secepatnya.

Amatan wartawan, aksi massa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resot Padangsidimpuan hingga massa bubar dari kantor walikota Padangsidimpuan. (**)

Editor
: Heru

Tag:

Berita Terkait

News

Warga Medan Denai Edarkan Sabu di Padangsidimpuan, Tertangkap di Depan Hotel

News

Warga Desa Geger Temuan Mayat di Saluran Irigasi Kawasan Angkola Muaratais

News

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

News

Pojok PBB Hadir di Medan DigiFest 2026, Bapenda Medan Permudah Pembayaran Pajak Digital

News

Gerakan Gaspol Polres Padangsidimpuan Sasar Bantuan ke Ojol Perempuan dan Panti Jompo

News

Aceh Tengah Pulihkan 1.496 Hektare Sawah, Target Siap Tanam Awal September