Dewan Pers Gelar Diskusi soal Pemantau Media dan Jurnalisme Berkualitas

- Rabu, 08 Februari 2023 16:20 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/dewan_persa.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Lembaga pemantau media atau media watch saatini diperlukan untuk mengawasi media yang tidak menjalankan fungsijurnalistiknya dengan benar. Namun intelektual dan biaya yang cukup besarmembuat media watch tidak berjalan sepenuhnya.

Hal ini terungkap dalam diskusi publik dewan pers denganPimred, Kepala Biro dan civitas akademika dengan tema Pemantau Media danJurnalisme Berkualitas. Kegiatan ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN),Selasa (7/2/2023).

Tampil sebagai pembicara Ketua Komisi Pendataan Penelitiandan Ratifikasi Pers, Atmaji Sapto Anggoro dan Ketua Komisi Informasi danKomunikasi Dewan Pers, Asmono Wikan.

Atmaji Sapto Anggoro mengatakan saat ini jarang ada mediawatch bahkan hampir tidak ada untuk memantau pekerjaan jurnalistik.

“Padahal keberadaan media watch ini cukup penting bagiekosistem pers di Indonesia. Salah satu tugas dewan pers adalah pengawasanmedia. Nah, dengan adanya media watch maka bisa dilihat media yang menjalankanfungsinya sesuai dengan KEJ dari segi kontennya,” ujar Sapto.

Dikatakannya, media watch tidak hanya memberikan narasitentang kesalahan media tapi ada research dan penelitian yang dilakukan.

“Sebenarnya media watch ada di kampus-kampus tapi tidakterekspos, karena media tidak suka dengan adanya media watch padahal ini bagusuntuk perkembangan media,” papar Sapto.

Apalagi, tambah Sapto, jelang pilkada yang akan datang,pemantau media sangat diperlukan. Karena media yang pemiliknya orang partai,atau bacaleg akan mempengaruhi karya jurnalistiknya,” sebut Sapto.   

Mendirikan lembaga pemantau media memang tidak mudah karenaselain membutuhkan intelektual, konsistensi serta dana yang tidak sedikit.

Diharapkan media sadar dalam menjalan pekerjaanjurnalistiknya sehingga terpantau kebenaran pekerjaannya, sehingga yangdiuntungkan adalah masyarakat yang memperoleh informasi yang benar.

Saat ini banyak pelanggaran yang dilakukan media sehingganarsum protes. Ini membuktikan bahwa media masih belum berjalan dengan baiksehingga sehingga media watch mendesak untuk segera dibuat.

Rakyat harus bergerak dalam artian melihat sejauh mana persmenjalankan fungsinya. Jika tidak ada berarti dipertanyakan sudah sejauh manapers itu memberitakan dengan benar tanpa kesalahan.

Kontributor: Azzareen


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara