Kitakini.news -Hampirsepekan kondisi kelangkaan gas elpiji 3 Kg (subsidi) terjadi di KotaPadangsidimpuan. Masyarakat, khususnya para pedagang (usaha warung) mengeluhkesulitan mendapatkan bahan bakar gas petroleum itu.
"Kalautidak salah, udah ada sepekan lah kelangkaan elpiji 3 Kg ini. Ya, bagi saya sangatberdampak. Berhubung saya berdagang warung kopi," ujar Rohani, warga kelurahanHanopan kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).
Rohanijuga mengutarakan kerugian pemasukan akibat kekosongan gas elpiji. "Selainwarung kopi, saya juga jualan lontong, gorengan dan berbagai macam lainnya. Karenakekosongan gas elpiji saya tidak bisa berjualan lagi, tidak ada pendapatanlagi. Mohon lah kepada siapa saja baik itu pemerintah, pihak aparatur penegakhukum untuk menyelidiki ini," harapnya.
Senadadengan itu, seorang ibu rumah tangga (IRT), boru Harahap mengaku sudah tigahari tidak memasak dan terpaksa membeli lauk ke rumah makan. "Sebenarnya boroslah kalau harus beli lauk. Tapi mau bagaimana lagi, mau tidak mau harus belilauk juga," sebut boru Harahap.
Selainitu, pemilik rumah makan di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang tidak ingindisebutkan namanya juga mengeluhkan kelangkaan ini. Bahkan usahanya terancamtutup sementara menunggu stok elpiji normal kembali.
Amatanawak media di lapangan, kekosongan gas 3 Kg sudah hampir merata di kotaPadangsidimpuan. Baik di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Utara dan lainnya.
Menyahutihal itu, kasat Reskrim polres Padangsidimpuan AKP Naibaho mengatakan akanmenindak lanjuti persoalan ini.
"Kamiakan menindaklanjuti persoalan ini. Terimakasih atas informasinya," ungkapNaibaho saat di konfirmasi awak media lewat pesan selulernya.