Baskami: Pidato Jokowi Ingatkan Kita Tentang Pesan Bung Karno Kepada Insan Pers

- Kamis, 09 Februari 2023 18:12 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/baskami6.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news– Pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat menghadiri acara puncakPeringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di GedungSerbaguna, Jalan Williem Iskandar/Jalan Pancing, Deli Serdang, Kamis (9/2/2023),mengingatkan kepada Insan Pers Tanah Air di Istana Bogor, 5 Dasarwarsa lalu.

 

"PresidenJokowi meminta kita agar arus informasi yang sedemikian banyaknya untukmengedepankan integritas. Bung Karno dahulu juga mengingatkan demikian, bahwajurnalis harus mengedepankan persatuan, jangan gontok-gontokan apalagifitnah," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera (DPRD Sumut),Baskami Ginting kepada wartawan melalui keterangan tertulis di Medan, Kamis(9/2/2023).

 

Hal inidikatakan Baskami merespon pidato sekaligus sambutan Presiden Jokowi dihadapanInsan Pers nasional dan lokal pada puncak peringatan HPN 2023 di Medan, Kamis(9/2/2023).

 

MenurutBaskami, dalam pidatonya, Bung Karno terus meng-Upgrade diri. 

 

"Begitumendengar pidato Bapak Presiden tentang tantangan Pers ke depan, maka sayateringat pesan Bung Karno. Beliau saat itu mengatakan, para wartawan agarmelakukan Upgrading diantaranya dengan membaca agar menjawab tantangan kedepan," jelasnya. 

 

Baskamiberharap, perubahan platform media dalam menghadapi arus digitalisasi yangdinamis ini, para Insan Pers terus mengedepankan kualitas pemberitaan dengankaidah jurnalistik. 

 

"Kitasemua memiliki tanggungjawab dalan menjaga kepercayaan publik denganmenghadirkan akses informasi yang berkualitas," bebernya.

 

Sebelumnyadalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pada peringatan Hari PersNasional sekarang ini dirinya ingin mengatakan bahwa Dunia Pers tidak sedangbaik-baik saja. “Saya ulangi, Dunia Pers tidak sedang baik-baik saja,"ujar Jokowi.

 

Jokowimerujuk kondisi pemberitaan sekarang yang cenderung sebebas-bebasnya. Olehkarenanya, kepada seluruh Insan Pers.

 

Jokowi juga memintapemberitaan harus bertanggungjawab dengan mengedepankan kualitas isi darisebuah produk jurnalistik. 

 

BerikutPidato Bung Karno yang disarikan dari buku ‘Revolusi Belum Selesai: KumpulanPidato Presiden Soekarno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara’ oleh Asvi WarmanAdam, Budi Setiyono dan Bonnie Triyana:

 

“...Wartawan-wartawanIndonesia ini perlu upgrading. Caranya memberi pengetahuan yang luas yang salahsatu jalan ialah banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca. Saya ini bolehdikatakan sebagian daripada hidup saya itu pekerjaan Cuma membaca, membaca,membaca, membaca dan membaca. Sebab, membaca menambah pengetahuan kita. membuatkita manusia yang kultur yang tinggi nilainya. Saya anggap penting selalumembaca, meskipun saya telah diberi gelar Doctor Honoris Causa 27 kali olehuniversitas-universitas.

 

Berikut Isiungkapan Bung Karno Soal Pers

 

“Pokokdaripada keprihatinan saya di waktu-waktu belakangan ini, jikalau aku membacatulisan-tulisan Saudara di surat-surat kabar, banyak sekali yang Saudara tulisdi surat-surat kabar sebetulnya self destruction daripada bangsa kita. Olehkarena apa? Apa yang Saudara tulis itu terlalu berjiwa gontok-gontokan,bakar-bakar semangat etcetera, etcetera, etcetera,”

 

Moral agamamelarang, menjaga jangan sampai kita itu menjalankan fitnah. Agapa apapun tidakmembenarkan fitnah. Dari segala macam kejahatan sebetulnya fitnah itu adalahyang ter, ter, terjahat. Saudara sebagai wartawan punya pekerjaan itusebetulnya gawat sekali. Lebih gawat daripada pekerjaanmu. Apa sebab gawat?Oleh karena sampai sekarang ini apa yang ditulis di surat kabar dipercaya. Hetvolk gelooft het (yang dipercaya masyarakat).

 

Ada kabarmisalnya seorang perempuan menjadi hamil, karena ya digeremeti ular! Wah iniwah, di sana ada perempuan jadi hamil digeremeti ular! Saya bilang nonsens!Kapan parantos diserat, di surat kabar! Jadi apa yang ditulis di surat kabarbenar menurut anggapan manusia sekarang ini. Coba apapun yang ditulis di dalamsurat kabar dipercaya manusia. Dikatakan parantos asup di surat kabar, kansudah masuk surat kabar. Nggak salah lagi, kalau sudah masuk surat kabar itusudah nyata benar.

 

Nah,Saudara-saudara, inilah kegawatan pekerjaan Saudara-saudara. Jangan sampaiSaudara-saudara mengeluarkan satu perkataan pun dari tetesan pena Saudara yangtidak berisi satu kebenaran. Oleh karena tiap-tiap tetesan pena Saudaradipercayai oleh pembaca. Tanggung jawab Saudara adalah tinggi sekali. Karenaitu saya peringatkan, awas jangan sampai tulisan Saudara sebetulnya adalahfitnah.

 

Karena itusaya anjurkan sebelum Saudara menulis barang sesuatu cek dulu, cek dulu, cekdulu, cek dulu. Hati-hati menulis, sebab Saudara-saudara punya pekerjaan adalahpekerjaan gawat sekali. Gawat! Janganlah Saudara itu membantu kepada inilah,hhh, panas-panasan, yang saya namakan gontok-gontokan, gebug-gebugan. Ingat, agreat civilisation never goes down unless it destroys itself from within."

 

 

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara