Kitakini.news - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan program sekolah sepanjang hari atau full day school untuksiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penerapan ini untuk meminimalisir aksitawuran antar pelajar di kota ini.
Seperti Sekolah Menangah Pertama Negeri (SPMN) 13 Kota Padang, Sumatera Baratini, sudah beberapa minggu menerapkan proses belajar sepanjang hari atau fullday school. Kebijakan itu atas dasar Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang harisekolah, lima hari dari Senin hingga Jumat.
Penerapan sistem full day school ini dinilai banyak memberikan manfaat bagisiswa. Seperti penguatan pendidikan karakter murid di sekolah melaluipelaksanaan salat zuhur dan ashar berjamaah.
Adanya kebijakan full day school ini, pihak sekolah yakindapat menghindari perilaku negatif bagi peserta didik sepulang sekolah. Sepertikeluyuran bahkan tawuran yang marak terjadi di Kota Padang.
Menurut Kepala Sekolah SMP N 13 Padang, Ali Usman, Rabu (8/2/2023), penerapanfull day school bukan berarti hanya memangkas jadwal hari efektif belajar, akantetapi sekolah tetap harus memenuhi bagian dari kurikulum merdeka belajardiantaranya intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Pihak pelajar menyambut baik kegiatan full day school yang mulai diterapkan disekolahnya sejak senin. Jam pelajaran jadi bertambah, sehingga siswa lebih bisamemahami setiap materi pelajaran.
Selain itu pulang setelah ashar dinilai efektif untuk meminimalisir kenakalanremaja, seperti keluturan bahkan tawuran.
Kontributor: Azzareen