Kitakini.news– Korban gempa magnitudo yang mengguncang Turki-Suriah mencapai 19.332 orang,Kamis (9/2/2023) malam WIB.
Seperti dilansir dari Inilah.com, Jumat (10/2/2023), Presiden Turki RecepTayyip Erdogan melaporkan korban meninggal dunia di negaranya bertambah menjadi16.170 jiwa.
Sementaraitu, korban tewas di Suriah tercatat sebanyak 3.162 jiwa. Rinciannya, 1.900 diwilayah yang dikuasai pemberontak dan 1.262 di wilayah yang dikendalikanpemerintah.
Jumlah korban meninggal ini melampaui prediksi Badan Survei GeologiAmerika Serikat (USGS) yang memperkirakan 10.000 orang tewas akibat bencana inidan mendekati perkiraan WHO yakni 20.000 jiwa.
Angkakorban meninggal akibat gempa Turki dan Suriah ini pun melebihi korban gempa diIzmit Turki pada 17 Agustus 1999 silam. Kala itu, lebih dari 17.000 orang tewasdan 50.000 lainnya luka-luka.
Banyak warga terutama keluarga korban gempa frustrasi hingga marah karenamenilai pihak berwenang lamban melakukan evakuasi dan penyelamatan sehinggakorban jiwa terus bertambah.
Soal ini, pihak berwenang memang mengaku kesulitan melakukan prosespenyelamatan dan evakuasi lantaran banyak akses terputus dan luasnya daerahterdampak.
Di sisi lain, cuaca dingin ekstrem hingga badai salju turut mempersulitproses penyelamatan. Dalam beberapa pekan terakhir, badai salju memang melandabeberapa wilayah di Turki, termasuk area terdampak gempa
Gempamematikan di Turki ini bukan kali pertama. Pada 1939, gempa berkekuatanmagnitudo 7,8 mengguncang Erzincan timur dan menewaskan lebih dari 30 ribuorang.
Kemudian pada Agustus 1999, gempa bermagnitudo 7,6 melanda Izmit. Akibatbencana ini, lebih dari 17 ribu orang tewas. Turki memang berada di salah satu zona gempa paling aktif di dunia. Olehsebab itu, negara ini kerap diguncang gempa.
Redaksi