Kitakini.news -Teknologi bisa saja berubah drastis, tetapi budaya masih tetapdilestarikan. Salah satunya, tradisi Sipak Rago atau Sepak Bola, yang syaratdengan budaya Minangkabau, Sumatera Barat.
Sipak Rago sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Kota Padang,Sumatera Barat, yang masih terlestarikan. Selain Kota Padang, Sipak Rago inijuga ada di Kabupaten Padang Pariaman.
Permainan anak nagari Minangkabau ini, merupakan tradisi yangdiwarisi secara turun-temurun, memiliki nilai-nilai luhur. Nilai terkandungdalam permainan anak nagari ini, jauh berbeda dengan permainan sepak takraw.
Jika sepak takraw saling berhadapan, saling menjatuhkan dansaling menyerang, Sipak Rago malah saling memberikan penampilan yang terbaik.Tercermin kekompakan, ketangkasan, tidak ada sakit hati, tidak mau balas dendamdan selalu memberikan yang terbaik.
Permainan tersebut dibutuhkan kerja tim dan kekompakan sehinggabola bisa bertahan lama di udara.
Malah, sekalipun menerima bola dengan tidak baik, akan selalumemberikan bola yang terbaik.
Permainan ini perlu dilestarikan kembali untuk menghidupkankembali semangat para pejuang dalam menghadapi penjajah.
"Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun,sepak Rago saat menghadapi penjajah, sebagai permainan untuk mengelabuipenjajah, karena generasi muda saat itu tidak boleh belajar silat," ujarWakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri, Sabtu (12/7/2025).
Menurut Evi, tradisi anak nagari ini hanya ada di Kota Padangdan Padang Pariaman. Sipak Rago sudah tradisi sejak ratusan tahun lalu atausaat penjajahan Kolonial Belanda.
Untuk melestarikan budaya ini, digelar Festival Sipak Rago seSumatera Barat, dimulai tanggal 11-13 Juli 2025.
Festival ini buka langsung Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy,di Kelurahan Balai Gadang, Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang,Sumatera Barat.
Vasco berjanji tetap melestarikan adat dan budaya Minangkabauuntuk menangkis budaya dari luar. "Kami perintahkan Dinas Pendidikanmewajibkan ada ekstra kulikuler silek/silat untuk melestarikan budayaMinangkabau," pungkas Wakil Gubernur Sumbar.