Kitakini.news -GubernurSumatera Utara, Bobby Nasution menghadiri acara peluncuran Nasional KoperasiMerah Putih di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Binjai Barat, Senin (21/7/2025).
Acarapeluncuran KMP dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia diresmikanlangsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan diikuti secara virtual olehseluruh kepala daerah di tanah air.
SelainMandailingnatal, Kota Binjai ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai daerahlokasi percontohan Mock-Up Koperasi Merah Putih (KMP) dari 33 Kabupaten/Kota diProvinsi Sumatera Utara.
Binjaidinilai sebagai salah satu kota yang memiliki semangat gotong royong,kemandirian ekonomi, dan keadilan sosial, nilai-nilai yang sejalan dengan AstaCita Presiden RI Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dansejahtera.
Usaiberlangsung sesi dialog secara virtual, Gubernur Sumut Bobby bersama WalikotaBinjai Amir Hamzah menandatangani prasasti secara simbolis tanda KMP Sukamajuresmi dibuka.
GubernurSumut Bobby didampingi Walikota Binjai Amir Hamzah dan rombongan pejabatlainnya berkesempatan berkeliling masuk ke dalam gudang koperasi untukmelihat-lihat persediaan barang kebutuhan para pelaku UMKM.
Disanatersedia barang-barang seperti kacang kedelai, sembako, pupuk, gas elpiji danlain sebagainya. Dimana barang-barang tersebut merupakan kebutuhan komoditasyang diperlukan pelaku UMKM.
GubernurSumatera Utara, Bobby Nasution mengatakan jumlah seluruh KMP di Sumatera Utarayang akan berdiri berjumlah 6100, sedangkan yang sudah berjalan ada 90-an. Danyang menjadi percontohan Mock-Up ada 2, salah satunya KMP di Kelurahan Sukamajudi Kota Binjai ini.
"KMPSukamaju ini universal koperasinya memiliki 7 gerai dan satu komuditi unggulanmereka adalah pelaku UMKM usaha tahu. Disini ada 42 pabrik tahu dan 9 pabriktempe dari bahan baku kedelai," sebutnya.
KataBobby, pelaku usaha tahu dan tempe disini bisa menghasilkan 8 ton perhari. Sehingga dengan hadirnya KMP disini ditaksir bisa meningkatkanhasil produksi penjualan senilai Rp 2,5 Miliar.
"Denganberdirinya KMP disini diharapkan bisa memudahkan pelaku usaha untuk memenuhikebutuhan produksinya dengan harga lebih rendah dan mendapat bantuan lebihmudah," ujarnya.
Sementaraitu, Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Sukamaju,Andriansyah mengatakankoperasi ini sudah memiliki 500 anggota. Dimana, rata-rata anggota koperasimerupakan pelaku usaha pabrik tahu dan tempe, para peternak dan pengerajin bamboo.
"KeberadaanKoperasi Merah Putih untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengembangkanusahanya dengan sistem permodalam simpan pinjam. Namun bagaimana sistem simpanpinjamnya masih menunggu juknis dari pemerintah," ujarnya.
Sesuaianjuran pemerintah, kata Andri pihaknya telah memiliki 7 gerai di KMPSukamaju. Selain memiliki 7 gerai, pihak KMP juga bermitra dengan pemodalyang ingin membantu permodalan pelaku usaha pabrik tahu dan tempe yang adadisini.
"Yaitutentang permasalahan kacang kedelai, jadi para pelaku UMKM disini berharap bisamembeli kacang kedelai tidak lagi dengan harga impor tapi dengan harga lokalyang berkualitas sehingga bisa membantu pelaku usaha pabrik tahu mendapatkankualitas produksi tahu yang baik dan harga yang sesuai," sebutnya.