Kitakini.news -BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, menetapkan KabupatenLimapuluh Kota dan Kabupaten Solok berstatus tanggap darurat bencana KebakaranHutan dan Lahan (Karhutla). Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy,tanggap darurat ini mulai 15-30 Juli 2025.
BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menggelar rapat koordinasi denganBPBD kabupaten dan kota, di Kota Padang. Rapat dipimpin Kepala Pelaksana BPBDSumbar, Rudy Rinaldy.
Penetapantanggap darurat itu, hasil evaluasi dan koordinasi para tim BPBD kabupaten dankota di Sumbar. Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkanstatus tanggap darurat karhutla.
Penetapanstatus tanggap darurat tersebut dikarenakan dampak meluasnya karhutla yanghampir merata di kabupaten itu. Bahkan, BPBD mencatat semua kecamatan diKabupaten Solok sudah terdampak karhutla.
"Waktutanggap darurat itu mulai tanggal 17 -30 Juli 2025. Dari 14 kecamatan diKabupaten Solok, semuanya sudah terkena karhutla," ujar Rudy, Rabu (23/7/2025).
Denganditetapkannya status tanggap darurat bencana karhutla, maka Pemerintah Provinsiakan berkoordinasi lebih intensif dengan BNPB termasuk kemungkinan memintaberbagai bantuan jika hal itu diperlukan.
BPBDmeminta BMGK untuk melakukan modivikasi cuaca di dua daerah tersebut.Modifikasi cuaca dinilai menjadi salah satu langkah yang kami diskusikanbersama BMKG dan BNPB. Namun, biayanya cukup besar, sehingga sulit jika hanyamengandalkan anggaran dari provinsi atau BPBD.
"Selainmengandalkan dukungan dari Dinas Kehutanan yang telah menyediakan sejumlahperalatan, BPBD setempat juga meminta bantuan dari sejumlah unit pemadamkebakaran kabupaten/kota. Bantuan berupa suplai tangki air turut dikirimkan kelokasi-lokasi terdampak," ujarnya.
Karhutladi Sumbar tersebar di sejumlah wilayah antara lain Kabupaten Limapuluh Kota,Solok, Pesisir Selatan, Kota Payakumbuh, dan Pasaman, dengan luasan total lebihdari 200 hektare. Karhutla terjadi sejak Mei hingga pertengahan Juli 2025.