Kitakini.news - Ratusan mahasiswa tergabung dalam Aliansi BadanEksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Barat (Sumbar) berunjuk rasa di gedungDPRD Sumbar.
Mereka mengkritisi dan menolak sejumlahkebijakan Presiden Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Para mahasiswamembakar ban bekas di lokasi.
Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)se-Sumbar ini, berlangsung di depan pagar gedung DPRD Sumbar, jalan KhatibSulaiman, Kota Padang, Senin sore, (4/8/2025).
Mereka mambawa spanduk, poster dan pengerassuara. Secara bergantian, BEM melakukan orasi di bawah pengawalan ratusananggota kepolisian Resort Kota Padang.
Sejumlah tuntun mereka sampaikan, diantaranya,mendesak DPR RI untuk melaksanakan peninjauan kembali pasal bermasalah,pelibatan publik yang lebih luas dalam pembahasan RKUHAP.
"Kami meminta penundaan pengesahan hinggaseluruh poin kontrovesial diselesaikan," ujar Rifandi, koordinator aksi.
Kemudian, mereka meminta kepada pemerintahuntuk mengevaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG) karena diduga ada permainan.Kemudian, menolak rangkap jabatan para Menteri dan Wakil Menteri di KabinetPrabowo.
Konteks daerah, mahasiswa menolak segala bentukaktivitas deforestasi dan pertambangan Ilegal di Sumbar. Menuntut agar DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, segera mengambiltindakan tegas terkait dugaan pelanggaran terhadap pencemaran lingkungan hidupdan penyerobotan lahan negara dilakukan perusahaan.
"Kami juga mendesak DPRD Provinsi danpemerintah untuk mencabut izin PBPH yang cacat serta melakukan peninjauanlingkungan menyeluruh terhadap seluruh proses perizinan dan potensi dampaknyadi Pulau Sipora," ujarnya.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi yang menemui parapengunjuk rasa tidak diberikan kesempatan berbicara sehingga kembali masuk kegedung dewan. Para mahasiswa pun membakar ban bekas di lokasi.