Pengamat : OPD Kota Medan Sudah Cukup Baik Tangani Stunting

- Senin, 13 Februari 2023 11:41 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/STUNTING_MEDAN.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Pengamat kesehatan Sumut Delyuzar mengapresiasi keberhasilan Pemko Medan menurunkan angka stunting di bawah nakhoda Bobby Nasution. 

"OPD Kota Medan sudah cukup baik dalam penanganan stunting sehingga angkanya mengalami penurunan. Yang pasti, secara pribadi, saya mengapresiasi Pemko Medan atas kinerja dalam menangani persoalan stunting," ujar Delyuzar dilansir Pemko Medan, Senin (13/2/2023).

Namun stunting, kata Delyuzar, bukan sekadar kekurangan makanan (gizi), tapi yang paling penting itu infrastruktur juga harus diperhatikan. Artinya, lingkungan yang bersih juga dapat membantu penurunan stunting tersebut.

Dalam optimalisasi penanganan stunting, Delyuzar selanjutnya menyarankan agar seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah juga, kegiatan Posyandu di setiap lingkungan.

Dengan demikian, imbuhnya, kepala lingkungan dapat terus bersinergi dengan masyarakat dan seluruh elemen masyarakat terus bergerak memberikan perhatian kepada seluruh warga, guna memberikan pelayanan terbaik, dan menguatkan program Posyandu.

Di samping itu, tambah Delyuzar, para orangtua juga diimbau agar senantiasa memeriksa kandungan mulai sejak dini, agar kesehatan si jabang bayi dapat terus terawat. "Pemberian ASI itu sangat diperlukan karena jelas berbeda ASI dengan susu kotak," pungkasnya.

Sebelumnya, kerja keras Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menangani stunting di Kota Medan membuahkan hasil. 

Angka penyakit gagal tumbuh pada balita ini berada di angka 550 anak sebelum Tahun 2020, kemudian turun menjadi 364 anak. Berdasarkan data terakhir, angka stunting telah turun menjadi 359 anak. 

Hal ini tidak terlepas dari perhatian serta pengawasan yang terus dilakukan menantu Presiden Joko Widodo ini terhadap kinerja perangkat daerah terkait dalam penanganannya.

Selain bantuan dan program bapak serta ibu asuh serta ragam upaya intervensi yang dilakukan, baru-baru ini orang nomor satu di Pemko Medan itu juga minta perangkat daerah untuk melakukan penanganan stunting dengan cara yang tidak monoton. 

Untuk tahun 2023, terang Bobby, perangkat daerah diminta untuk tidak lagi memberikan makanan ultra olahan seperti biscuit sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Bapak ibu, pimpinan perangkat daerah, sebagai gantinya bisa memberikan bantuan ayam petelur bagi keluarga yang anaknya terkena stunting. Termasuk, juga bagi keluarga yang rentan dengan potensi penyakit tersebut untuk mereka pelihara. Dengan begitu, telurnya bisa dikonsumsi dan dijual untuk menambah penghasilan. Sebab, salah satu penyebab stunting akibat faktor ekonomi,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

 

Tidak itu saja, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga minta perangkat kewilayahan juga memaksimalkan potensi yang dimiliki, termasuk dana kelurahan untuk penanganan stunting.

“Semakin banyak intervensi yang kita lakukan, maka harapan kita penanganan semakin optimal. Namun, bentuk intervensi tersebut juga harus lah tepat sasaran,” imbuhnya mengingatkan.

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara