Kasus Pembacokan, PPP Padangsidimpuan Apresiasi Langkah Polres

Efendi Jambak - Jumat, 18 Juli 2025 13:57 WIB
Teks foto : Ketua DPC PPP Kota Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar. (Efendi Jambak)

Kitakini.news -DPC PPP Kota Padangsidimpuan mengapresiasi langkah tegas dancepat Polres Padangsidimpuan yang dipimpin AKBP Dr Wira Prayatna yang berhasilmenangkap preman "kampung" yang membacok pedagang kecil"bakso" akibat tidak memberikan yang uang keamanan.

Kami sangat apresiasi langkah personil Polres Padangsidimpuanyang dipimpin AKBP Wira dalam hitungan singkat berhasil menangkap pelakupembacokan yang terjadi menjelang solat Jumat (18/7/2025) siang tadi, ucapKetua DPC PPP Hasanuddin Sipahutar.

"Kota Padangsidimpuan ini harus aman dari aksi pemerasan,penganiyaan dan premanisme agar warga yang melintas dan yang tinggal di KotaPadangsidimpuan terlindungi dari aspek hukum dan bisnisnya," kata Hasan.

Kasus premanisme dengan modus pemerasan dengan cara paksa menggunakansenjata tajam harus dibuat terang benderang, hukum harus ditegakkan biar tidakterjadi hal yang serupa di Kota Padangsidimpuan, kita tidak mau KotaPadangsidimpuan ini dijadikan kota preman, harap Hasan.

Sebelumnya, Seorang pria yang bekerja pedagang bakso keliling,Henry Saputra Bangun (27), warga Batunadua Julu, Kota Padangsidimpuan mengalamipembacokan pria yang mengaku sebagai preman setempat.

Pembacokan itu di Jalan Mesjid Raya, Lingkungan Kantin,Kelurahan Wek IV, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Jumat,sekitar pukul 11.20 WIB.

Tampak pedagang bakso tersebut mengalami luka di bagian telingaakibat bacokan dari preman setempat dengan baju penuh darah, kondisi saat initengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KotaPadangsidimpuan.

Menurut keterangan korban, peristiwa bermula ketika dirinyasedang berjualan bakso di dekat SMP Negeri 1 Padangsidimpuan. Seorang pria yangtidak dikenalnya menghampiri dan meminta uang keamanan.

"Dia minta uang keamanan. Saya kasih Rp5 ribu, tapi diaminta Rp10 ribu. Karena saya merasa tidak ada dasar permintaan itu, kami sempatcekcok, dan dia langsung membacok saya dengan senjata tajam," kata Henrydi RSUD Padangsidimpuan.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait