Menteri HAM dan Bupati Madina Unjuk Kebolehan Menabuh Gordang Sambilan

Efendi Jambak - Minggu, 19 Oktober 2025 10:44 WIB
Teks foto : Menteri HAM Natalius Pigai dan Bupati Mandailingnatal (Madina) H Saipullah Nasution unjuk kebolehan menabuh alat musik tradisional Mandailing. (Dok Kominfo Madina)

Kitakini.news -Menteri HakAsasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Bupati Mandailingnatal (Madina) H.Saipullah Nasution unjuk kebolehan menabuh alat musik tradisional Mandailing,Gordang Sambilan.

Peristiwalangka itu terjadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan,Panyabungan, pada Sabtu, 18 Oktober 2025, dalam acara penyambutan kedatanganMenteri Natalius Pigai bersama rombongan di Bumi Gordang Sambilan.

BupatiSaipullah mengaku bangga karena Menteri Natalius Pigai memilih berkunjung keMadina. "Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Kami sangat senangdan tentu kami, besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukungdalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan,"kata dia.

Di hadapanMenteri Pigai, bupati memaparkan letak geografis, potensi ekonomi, kondisisosial dan masyarakat, serta peranan adat dalam pembangunan.

"​BapakMenteri, tentu kami di Kabupaten Mandailingnatal mempunyai salah satu kekayaanadat yang mengedepankan kekerabatan, namanya Dalihan na Tolu," ujar dia.

BupatiSaipullah menerangkan pengakuan terhadap HAM telah tumbuh di dalam jiwamasyarakat Madina yang lekat dengan agama dan adat budaya sejak usia dini.

"Sehinggaperhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia,insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu," pungkas bupati.

MenteriNatalius Pigai mengaku telah mengenal Madina sejak lama. Dulu, sewaktu menjabatkepala seksi di Balai Latihan Kerja Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan,dia sering melewati Madina saat menuju Medan dari Padang maupun sebaliknya.

Dia jugamenceritakan sedikit pengalamannya ketika bersembunyi di Pahae Julu sekitartahun 1999. Saat itu, Natalius Pigai dicari-cari oleh pihak pemerintah karenasepak terjangnya sebagai aktivis. "Waktu saya masih aktivis, waktu kamidicari-cari. Kami sembunyinya di Tanah Batak," papar dia.

MenteriNatalius Pigai menjelaskan, pengakuan terhadap HAM sudah melekat dalamkehidupan masyarakat Mandailing yang termaktub dalam Poda na Lima. HAM itu,kata dia, dimulai dari kebersihan hati. "Paias rohamu. Itu, kan, di Podana Lima," tanya dia disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

MenteriNatalius Pigai sepakat dengan Bupati Saipullah terkait pentingnya perananDalihan na Tolu. Dia menilai itu sebagai akar kehidupan bermasyarakat di BumiGordang Sambilan.

"Kemudiandengan tadi apa Bapak Bupati sampaikan Dalihan na Tolu. Itu Dalihan na Tolu ituartinya pohon kehidupan. Ada akarnya, ada batangnya, dan ada rantingnya, danada daunnya," jelas dia.

KementerianHAM, kata Natalius Pigai, memiliki anggaran yang bisa diakses oleh masyarakatberupa pelatihan dan pendidikan bagi komunitas-komunitas yang bergerak di bidangadvokasi hak-hak dasar manusia.

Dalamkesempatan ini, Pemkab Madina memberikan cendera mata kepada Kementerian HAM.Pun sebaliknya, pemerintah daerah menerima piagam penghargaan.

Terlihat hadirWakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Dandim 0212 Tapanuli Selatan LetkolArm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh, unsurForkopimda, Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah, Pj. Sekda M SahnanPasaribu, para asisten, dan sejumlah kepala OPD.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Bupati Madina Tantang Mahasiswa STAIN Jadi Agen Literasi Digital

News

Lubuk Larangan, Budaya Mandailing Yang Harus Mengutamakan Disiplin

News

Pemkab Madina Anggarkan Rp1,2 M untuk Santunan Anak Yatim dan Piatu Tahun 2026

News

Setelah Pimpin Imam Salat, Bupati Madina Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu

News

Safari Jumat Ramadan Pemkab Madina di Desa Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

News

Bupati Madina Paparkan Rencana Budi Daya Pisang dan Nilam