Kitakini.news - Suasana malam di Jalan Bunga Cempaka, Padang Bulan, Selayang III, Medan Selayang, yang dulu tenang kini terganggu oleh dentuman musik live dari kafe populer Coju Coffee. Warga setempat mengeluh tak bisa istirahat dengan nyenyak, memicu perdebatan tentang keseimbangan antara hiburan bisnis dan kenyamanan masyarakat. Ketua Komisi 3 DPRD Medan, Salomo TR Pardede, turun tangan dengan saran praktis untuk mengatasi masalah ini melalui jalur resmi.
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa warga tidak bisa langsung meminta tindakan tanpa prosedur yang tepat. "Kami di DPRD Medan berperan sebagai pengawas, bukan hakim. Agar keluhan ini bisa ditindaklanjuti, warga harus mengirim surat pengaduan resmi ke kami. Dengan dasar itu, kami bisa mengundang stakeholder seperti Pemko Medan dan pemilik Coju Coffee untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP)," ujar Salomo, Senin (6/10/2025).
Salomo menekankan pentingnya mekanisme formal untuk menghindari kesalahpahaman. "Tanpa surat keberatan, kami tidak bisa langsung memanggil pihak terkait. Setelah surat masuk, kami akan bahas jadwal RDP dan kirim undangan ke semua pihak. Ini cara terbaik untuk memastikan resolusi yang adil dan transparan," tambahnya.
Keresahan warga ini bukan tanpa alasan. Coju Coffee, yang terkenal dengan suasana kafe modern dan musik live, telah membuat malam-malam di lingkungan itu tak lagi damai. Salah satu warga anonim mengatakan, "Musiknya keras sampai pukul malam, anak-anak susah tidur, dan kami tak bisa fokus kerja dari rumah."
Salomo berharap warga segera bertindak. "Kirim surat keberatan secepat mungkin agar kami bisa percepat proses. Ingat, keputusan akhir ada di tangan Pemko Medan, tapi kami siap fasilitasi dialog," katanya.