Kitakini.news -Ketua Ikatan Alumni Magister Studi Pembangunan(IKA MSP) USU, Sugiat Santoso, S.E., MSP meminta jangan ada yang membangun isumemprovokasi terkait pemilihan Rektor USU.
"Kalau diperhatikan, ada pihak yang melemparisu macam-macam. Padahal sejauh saya ikuti, pemilihan berjalan sesuai mekanismeinternal kampus. Tidak ada yang keluar dari aturan," kata Sugiat, Sabtu(4/10/2025).
Menurutnya,wacana yang beredarlebih banyak bernada provokatif daripada berbasis fakta.
"Komentar lebih bernuansa fitnah dan ini justrukontraproduktif bagi nama baik universitas," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semua kandidat yang majumemiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan USU.
"Dalam pemilihan pasti ada yang menang dan adayang kalah. Tapi jangan sampai narasi liar dipakai untuk menjatuhkan USU,"tegasnya.
Sugiat berharap Majelis Wali Amanat (MWA)segera menuntaskan pemilihan agar rektor baru bisa dilantik tanpa penundaanlebih lama.
"Kita berharap pemilihan segera selesai,rektor yang terpilih segera dilantik. Dan ke depan segera melakukanlangkah-langkah untuk meningkatkan kualitas USU," jelasnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Pleno MWA USU diJakarta, Kamis (2/10/2025), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan TeknologiProf. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. menegaskan penundaan jadwal merupakanhal yang biasa dilakukan kementerian untuk memastikan proses pemilihan berjalansesuai aturan. Ia menekankan, pemilihan Rektor USU harus menghasilkan sosokyang sah dan legitimate.
Ketua MWA USU, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. AgusAndrianto, S.H., M.H juga meminta civitas akademika tetap tenang dan tidakterpengaruh isu-isu liar.
"MWA memastikan seluruh tahapan tetapberjalan transparan dan akuntabel. Mari kita jaga kondusivitas demi kemajuanuniversitas," pungkasnya.