Kitakini.news -Peristiwasalah tangkap terhadap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PartaiNasdemSumateraUtara, Iskandar ST, membuat Komando Bela Tanah Air (Kombat) bereaksi. IskandarST yang juga ketua umum Komando Bela Tanah Air (Kombat) ditangkap saat hendakberangkat ke Jakarta di dalam pesawat, Rabu (15/10/2025).
Terhadappersoalan ini, Komando Bela Tanah Air (Kombat) ultimatum Aviation SecurityBandara Internasional Kualanamu dan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia untukmeminta maaf secara resmi dan dalam waktu 3x24 jam. Mereka juga mintamemulihkan nama baik Iskandar.
Kombatmenilai peristiwa salah tangkap tersebut telah menjatuhkan martabat dan hargadiri serta merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan menciderai rasa keadilandan menghina seluruh kader Kombat.
"Ribuankader kami akan mengepung Bandara Kualanamu dan kantor Garuda apabila Avsec danmaskapai Garuda mengabaikan ultimatum tersebut," tegas Sekretaris DPW KombatSumatera Utara, Anggia Ramadhan, Minggu (19/10/2025).
Didampingikomandan Brigade Kombat Sumut, Soni Mario Tamba, dan anggota kader Kombat,Anggia menegaskan ultimatum permohonan maaf harus dilakukan secara terbuka.
"Kamijuga minta agar pihak Avsec dan maskapai menghukum anggota dan staf yangbersalah dengan memberikan hukuman berat," katanya.
Diamengultimatum, jika permintaan mereka tidak diindahkan dan disepelekan, makaribuan kader kombat akan turun mendatangi Kantor Avsec Bandara Kualanamudan kantor Garuda.
DitegaskanAnggia ultimatum disampaikan karena Kombat menilai Avsec dan Garuda tidak maubertanggung jawab dan menyepelekan peristiwa salah tangkap tersebut sertaterkesan buang badan.
"Padahalini adalah pelanggaran berat dan melanggar HAM dan hukum penerbangan internasional,"pungkas Anggia.