Kitakini.news -Sejumlah ibu-ibu perwiritan Yasin, mendatangi sebuah lokasi diarea perkebunan sawit yang diduga telah lama menjadi tempat transaksi danpenyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Aksi tersebut dilakukan usai melaksanakan kegiatan wirid yasindi Dusun Pematang Langkat, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura,Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat malam (21/11/2025).
Lokasi transaksi narkoba tersebut berada tidak jauh daripemukiman warga sehingga menimbulkan keresahan yang berkepanjangan dan memicukemarahan para ibu.
Saat mereka tiba di lokasi, para emak-emak menemukan sejumlahperalatan isap sabu (bong) berserakan. Melihat temuan itu, emak-emak kemudianmembakar barak narkoba yang terbuat dari kayu dan pelepah sawit sebagai bentukprotes dan aksi pembersihan lingkungan dari aktivitas narkotika.
Tim gabungan Satres Narkoba Polres Langkat dan Polsek Tanjungpuralangsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pemeriksaan. Timdipimpin oleh Kasat Narkoba AKP Rudy Saputra serta Kapolsek Tanjungpura IptuMimpin Ginting.
Hasil pengecekan, petugas menemukan bekas gubuk yang dibakarwarga di area perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Disana tim menemukansebuah bong (alat hisap sabu) terbuat dari botol, serta jejak aktivitas yangmenguatkan dugaan adanya penyalahgunaan narkotika.
Kepala Dusun IX Desa Pematangcengal, Diana Ernawati, Sabtu(22/11/2025), membenarkan adanya aksi pembakaran yang dilakukan warga secaraspontan, tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa maupun kepolisian.
Ia menjelaskan bahwa gubuk tersebut sebenarnya dibangun pemilikkebun sebagai tempat istirahat pekerja kebun saat akan memanen, namunbelakangan diduga disalahgunakan oleh sejumlah oknum.
Tidak berhenti di satu titik, tim gabungan kemudian menemukanlokasi kedua yang diduga digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba, yaknisebuah gubuk di kawasan perkebunan sawit di Dusun Seirebat, Desa Pantaicermin.
Di lokasi tersebut, tim menemukan barang bukti berupa dua bongalat hisap sabu, dua mancis, satu silet, tiga plastik klip bening kosong sertasatu kotak berisi dot dan skop dari pipet. Pelaku yang disinyalir menggunakantempat itu melarikan diri sebelum petugas tiba.
Disaksikan oleh pemerintah desa dan warga setempat, seluruhgubuk yang ditemukan kemudian dibongkar dan dirubuhkan untuk mencegahpenyalahgunaan ulang.