Kitakini.news -Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanahlongsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kembalibertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel melaporkan total43 orang meninggal dunia, meningkat dari sebelumnya 32 orang.
"Sementara korban yang meninggal berjumlah 43 orang," kataKepala Pelaksana BPBD Tapanuli Selatan, Julkarnaen Siregar, kepada awakmedia Sabtu (29/11/2025).
Sebaran 43 Korban Meninggal Dunia: 1 orang di Kecamatan Sipirok;1 orang di Kecamatan Angkola Barat; 31 orang di Kecamatan Batangtoru; 9 orangdi Kecamatan Angkola Sangkunur; Dan 1 orang di Kecamatan Angkola Selatan.
Batangtoru menjadi wilayah dengan dampak paling parah, denganjumlah korban mencapai lebih dari setengah total korban meninggal dunia. Selainkorban jiwa, sedikitnya 3.805 warga mengungsi karena rumah dan fasilitas umumterdampak parah oleh bencana.
Julkarnaen menjelaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsorini terjadi setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah Tapselsejak Senin (24/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Derasnya aliran air mengakibatkanmeluapnya sungai dan runtuhnya sejumlah titik tebing di kawasan perbukitan.
Bencana ini diketahui berdampak luas hingga ke 11 kecamatan,yaitu:Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, AngkolaSangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tano Tombangan Angkola,dan Angkola Muaratais.
Di katakan, BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawanhingga kini masih melakukan pencarian korban, pendataan kerusakan, sertapenyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak.
"Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspadakarena cuaca ekstrem berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari kedepan," pungkasnya.