Kesaksian Rukiatno Warga Tanjungpura Terobos Banjir Besar Demi Berjumpa Anak Istri di Binjai

Azzaren - Selasa, 02 Desember 2025 14:00 WIB
Teks foto : Menumpang sampan warga yang terkena banjir, Rukiatno menuju lokasi pertemua dengan keluarganya. (Bayu)

Kitakini.news -Adalah Rukiatno, satu dari belasan warga Tanjungpura saatmenyelamatkan diri keluar dari derasnya banjir di Tanjungpura. Rukiatno (36)merupakan warga Dusun VIII, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, KabupatenLangkat, yang nekat menerobos banjir besar demi bisa berjumpa kembali denganistri dan anaknya di rumah mertuanya di Kota Binjai.

Rukiatno mengisahkan bahwa banjir mulai menggenangi wilayahTanjungpura sejak Rabu. Hingga keesokan harinya, debit air terus meningkathingga mencapai 2,5 meter, membuat dirinya dan warga lain terjebak banjirhingga Sabtu.

"Demi bisa keluar dari kepungan banjir dan pulang ke Binjaiuntuk bertemu keluarga, saya memutuskan mengambil risiko besar ini bang,"ujarnya, Senin (1/12/2025).

Bermodalkan menumpang sampan warga, Rukiatno berhasil mencapaititik terdekat di perbatasan Tanjungpura. Perjalanan itu tak mudah, karena arusderas dan kondisi wilayah yang sudah sepenuhnya terendam.

"Ya terpaksalah, bang. Demi bisa bertemu sama anak dan istriyang lagi di tempat mertua di Binjai," tuturnya.

Sesampainya di daratan yang lebih aman, ia bersama belasan wargalainnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hampir satu jam.

"Selama perjalanan kami harus menghadapi arus banjir yang masihderas demi mencapai titik aman di Persimpangan Rutan Tanjungpura," paparnya.

Mendapatkan kabar bahwa Rukiatno selamat dan berhasil keluar,istrinya Maisarah bersama abang iparnya Andi langsung berangkat dari Binjaimenuju lokasi pertemuan tersebut. Momen haru tak terhindarkan ketika keduanyaakhirnya bertemu kembali.

"Semua harta benda, rumah, dan mobil kami di Tanjungpura habisterendam banjir, bang. Tapi saya sudah ikhlas. Yang penting sekarang bisaberkumpul kembali bersama keluarga," kata Rukiatno dengan mata berkaca-kaca.

Rukiatno juga menceritakan kondisi warga yang masih bertahan dirumah-rumah mereka karena minimnya bantuan di lokasi pengungsian. Menurutnya,banyak pengungsi yang tidak mendapatkan makanan, air bersih, maupun kebutuhandasar lainnya.

"Kondisinya menyedihkan. Listrik mati, komunikasi terputus, airbersih nggak ada, gas buat masak pun nggak ada," tuturnya.

Sementara itu, Andi, abang ipar Rukiatno mengungkapkan bahwa iadan Maisarah adiknya hanya bisa menempuh perjalanan menggunakan sepeda motorsebatas hanya sampai di Kecamatan Hinai karena jalan masih terendam. Dari sana,mereka menumpang mobil angkutan barang untuk mencapai titik pertemuan yakni diPersimpangan Rutan Tanjungpura.

"Sepanjang jalan banyak warga menyelamatkan diri. Ada yangmembawa orang sakit melewati banjir. Sedih lihatnya," ucapnya.

Banjir besar yang melanda Tanjungpura dan beberapa wilayah laindi Kabupaten Langkat ini masih menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga yangkehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu bantuan dan penangananlebih lanjut dari pihak terkait.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Sempat Kabur Saat Banjir Bandang, 45 WB Lapas Kuala Kembali

News

Penemuan Kerangka Manusia di Batangtoru, Korban Banjir Bandang Garoga

News

Dari Puing ke Harapan, Jejak Zakiyuddin Harahap Pulihkan Rumah Korban Siklon Senyar di Medan

News

Pasca Banjir Bandang, Sejumlah Masjid di Desa Huta Godang, Tapsel Penuh Jemaah

News

Jurnalis Perempuan Naik Panggung, Angkat Luka Bencana Lewat Teater Kemanusiaan

News

Polri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk 40 Ribu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera