Kitakini.news -Ditengah upaya menjaga kualitas demokrasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)Kabupaten Tapanuli Selatan mengambil langkah humanis dengan turun langsung kerumah warga dalam kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan Triwulan IVTahun 2025.
Selamaempat hari, mulai 1 hingga 4 Desember 2025, jajaran Bawaslu mendatangi sejumlahdesa di Kecamatan Angkola Timur, Sipirok, dan Sayurmatinggi untuk memastikansetiap nama dalam daftar pemilih benar-benar sesuai dengan aturan ditetapkansebagai data pemilih.
KetuaBawaslu Tapsel Taufik Hidayat, yang ikut memimpin tim dalam kunjungan tersebut,tampak menyapa masyarakat dengan hangat di setiap rumah yang didatangi. Momenini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi juga bentuk kedekatan Bawasludengan warga—membuka ruang dialog, mendengarkan cerita, dan memahami dinamikakependudukan yang sering luput dari catatan formal.
Pendekatandoor to door menjadi kunci dalam pelaksanaan verifikasi faktual ini. Denganbertemu warga secara langsung, petugas mampu menemukan perbedaan data yangtidak terekam dalam sistem kependudukan reguler. Salah satunya terjadi diKecamatan Angkola Timur, di mana petugas menemukan calon pemilih berstatusmenikah di bawah umur, sebuah temuan sensitif yang memerlukan klarifikasikhusus. Selain itu, terdata pula satu pemilih meninggal dunia serta satu wargayang telah berpindah domisili, fakta-fakta kecil namun penting bagi keakuratandaftar pemilih.
Sementaradi Kecamatan Sayurmatinggi, suasana haru sempat terasa saat petugas mendapatikabar bahwa delapan pemilih telah meninggal dunia. Para keluarga yang ditemuimenyampaikan langsung informasi tersebut dengan penuh kesadaran bahwa data yangakurat akan berpengaruh pada kelancaran pemilu. Di daerah yang sama, Bawaslujuga mencatat dua warga yang kini berstatus anggota TNI, sehingga harusdikeluarkan dari daftar pemilih sesuai regulasi.
Hasilverifikasi lapangan ini kemudian dirangkum dalam rekomendasi yang disampaikanBawaslu Tapsel kepada KPUD Tapanuli Selatan. Salah satunya adalah permintaanuntuk segera menverifikasi dan mencermati untuk menghapus data yang tidakinvalid pada aplikasi Sidalih. Langkah korektif ini dianggap krusial agar tidakterjadi tumpang tindih data saat penyusunan DPT, sehingga proses pemungutansuara nantinya dapat berjalan lebih tertib dan akurat.
Kordiv.Hukum,pencegahanparmas dan humas Bawaslu Tapsel, Vernando Maruli Aruan, ST, menegaskanpentingnya kegiatan pemutakhiran data ini sebagai komitmen Bawaslu menjaga hakpilih masyarakat disampaikan di ruangkerjanya pada Jumat (5/12/2025), ia menyampaikan bahwa Bawaslu tidak hanyaberfokus pada pengawasan, tetapi juga membangun kepercayaan publik dalam bentukakurasi penyusunan data pemilih melalui kerja nyata di tingkat akar rumput.
"Kamiingin memastikan bahwa setiap hak pilih benar-benar dijaga, mulai dari data,"ujarnya.
Melaluipendekatan yang humanis, kolaboratif, dan penuh empati, Bawaslu TapanuliSelatan berharap masyarakat semakin memahami bahwa pemilu yang berkualitasberawal dari data pemilih yang akurat. Dengan terus melibatkan pemerintahkecamatan hingga masyarakat, Bawaslu percaya bahwa fondasi demokrasi di Tapselakan semakin kuat, transparan, dan inklusif.