Kitakini.news - Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah Medan Utara pada tahun 2026 mendatang.
Hal ini disampaikannya menyusul pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun 2026 sebesar Rp6,9 triliun lebih, yang baru saja disetujui, beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, politisi dari Fraksi Partai Golkar yang akrab disapa Suhendra itu berharap agar APBD tersebut dapat diimplementasikan secara maksimal untuk mendorong program percepatan pembangunan di kawasan Medan Utara.
"APBD Kota Medan Tahun 2026 sebesar Rp6,9 triliun lebih baru saja kita sahkan dua hari yang lalu. Kita berharap APBD ini benar-benar dapat dipergunakan secara maksimal dalam pembangunan Kota Medan, khususnya di wilayah Medan Utara. Tahun depan, pembangunan Medan Utara harus menjadi prioritas," ujarnya, Kamis (5/12/2025).
Suhendra, yang merupakan wakil rakyat dari Dapil II meliputi Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan, menekankan bahwa prioritas ini diperlukan untuk mencapai pemerataan pembangunan di Kota Medan. "Dengan fokusnya pembangunan di wilayah Medan Utara pada tahun depan, pemerataan pembangunan di Kota Medan akan segera terwujud," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan di Medan Utara mencakup berbagai aspek, terutama infrastruktur fisik seperti jalan, drainase, permukiman layak huni, sekolah, serta fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas dan rumah sakit. "Pembangunan fisik seperti jalan, drainase, permukiman layak huni, sekolah, hingga kantor-kantor pelayanan seperti sekolah, puskesmas, ataupun rumah sakit sangat penting untuk dilakukan di Medan Utara. Termasuk, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi masalah banjir maupun rob," tambahnya.
Selain itu, Suhendra juga menyoroti pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut, yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pelatihan kerja, penyediaan lapangan kerja khusus bagi warga Medan Utara, serta pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Pembangunan SDM di Medan Utara tidak kalah penting, Pemko Medan harus menekan tingginya angka pengangguran di Medan Utara. Kemiskinan ekstrim di Medan Utara hanya akan teratasi apabila pembangunan fisik dan SDM dapat dilakukan secara maksimal," pungkasnya.