Kitakini.news -BupatiDeliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati (Wabup), Lom Lom Suwondomemiliki fokus utama pada penguatan komitmen peningkatan kualitas pelayananpublik, terutama layanan perizinan.
Saatini yang sedang dilakukan adalah mengembalikan hakikat Penanaman Modal danPelayanan Terpadu (PMPTSP) sebagai pelayanan terpadu satu pintu.
"Kitamau mengembalikan satu makna besar PMPTSP, yaitu pelayanan terpadu satu pintu.Semua urusan perizinan, loket pertama harus di sini. Tidak ada lagi masyarakatyang harus ke dinas teknis," ucap Bupati saat memimpin apel pagi di DinasPMPTSP Deliserdang yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo, Rabu(3/12/2025).
Seluruhurusan perizinan, seperti Sistem Informasi Manajemen Bangunan dan Gedung(SIMBG) yang sebelumnya ditangani dinas teknis akan dikembalikan ke PMPTSPsebagai pintu pelayanan awal.
Kemudian,setiap berkas yang tidak lengkap langsung dikembalikan kepada pemohon tanpaditahan.
"Kalauberkas dari 10 item hanya empat yang ada, pulangkan saja. Jangan ditahan.Jangan ada yang mempersulit. Saya tidak mau itu," tegas Bupati.
Bupatijuga menyoroti pentingnya kecepatan proses perizinan, khususnya melalui sistemOSS.
Saatberdialog dengan operator online single submission (OSS), Bupati mempertanyakanjumlah berkas harian yang diproses dan meminta agar tidak ada penumpukan berkasyang berlarut-larut.
Untukmengatasi pemohon yang kesulitan mengunggah dokumen ke OSS, PMPTSP agarmenyediakan komputer khusus di area luar kantor.
"Kalaumereka tidak mampu upload di OSS, sediakan komputer. Kalian yangmengarahkan," pungkas Bupati.
Kedepan, pelayanan perizinan agar bisa dilakukan di tingkat kecamatan dengandukungan call center.
Bupatijuga mewanti-wanti, tidak ada lagi praktik pungutan liar (pungli) maupunpercaloan.
"Masa-masangambil uang orang sudah tidak ada lagi. Kalau Anda mau kerja dan mengharapkansampingan, tidak di era saya dan Wakil Bupati," tegas Bupati.
Seluruhpegawai di Dinas PMPTSP harus menjaga integritas dan meningkatkan kualitaslayanan, termasuk mengejar tingkat kepuasan masyarakat hingga 100 persen.
"Andasudah menunjukkan pola kerja yang lebih baik. Tapi saya berharap itu terusmeningkat. Jadikan PMPTSP sebagai role model pelayanan publik," sebutBupati.
Sektorperizinan merupakan salah satu indikator yang dipantau langsung KomisiPemberantasan Korupsi (KPK), sehingga seluruh proses harus transparan danbersih dari penyimpangan.
"KPKlangsung melihat perizinan ini. Kalau saya bermasalah, saya bereskan. KalauAnda bagian dari masalah saya, Anda harus siap dibereskan juga," cetusBupati memberi ultimatum.
Kembaliditegaskan, perubahan besar tengah dilakukan untuk menciptakan sistem perizinanyang lebih mudah, cepat, dan transparan.
"Hariini kita melihat transformasi baru dalam proses perizinan. Ini penting bagimasa depan pelayanan publik di Kabupaten Deliserdang," tutup Bupati.