Selama Bulan Puasa, MBG Harus Tetap Dilaksanakan

Heru - Senin, 19 Januari 2026 13:46 WIB
(Dok. F-PKS DPRD Sumut)
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Ahmad Darwis.

Kitakini.news- Anggota Komisi e Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ahmad Darwis menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga kurang mampu tetap harus dilaksanakan selama Ramadhan 2026 yang diperkirakan berlangsung pada bulan Februari.

"Puasa bukan alasan menghentikan MBG. Yang penting pola pembagian dapat disesuaikan agar masyarakat tetap menerima gizi cukup," ujar Darwis kepada Wartawan di Medan, Senin (19/1/2026).

Hal ini disampaikan Darwis menanggapi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Siti Harmayani yang memastikan bahwa MBG pemerintah tetap akan menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Adapun menu MBG dibuat berbeda pada bulan puasa, berupa makanan siap saji yang dapat bertahan beberapa jam hingga waktu berbuka.

Menyikapi hal itu, Darwis mengusulkan dua skema pelaksanaan MBG selama Ramadhan. Skema pertama adalah buka puasa, di mana paket makanan dibagikan 30–60 menit sebelum Maghrib, berisi kurma atau buah, takjil sehat, nasi, lauk protein, sayur, dan air mineral.

Adapun Sasaran utama adalah jamaah masjid, anak yatim, dhuafa, pekerja informal, dan musafir. Selain memenuhi gizi, kegiatan ini juga memberi pahala bagi yang menyalurkan makanan kepada orang yang berpuasa.

Skema kedua adalah sahur, di mana makanan dibagikan malam atau dini hari bagi warga miskin dan santri, jika logistik dan relawan memadai. Menu sahur juga disiapkan lengkap dengan nasi, lauk protein, sayur, dan air mineral, sehingga warga yang berpuasa tetap memperoleh asupan gizi yang cukup di awal hari.

Darwis menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita karena periode ini sangat krusial untuk mencegah malnutrisi dan mendukung pertumbuhan anak.

"Menu sudah disusun oleh ahli gizi dengan kandungan minimal 200 gram karbohidrat untuk ibu hamil dan 100–120 gram untuk balita. Pemenuhan gizi yang baik akan mencegah malnutrisi, mendukung perkembangan anak, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan," jelasnya.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, Darwis menekankan bahwa MBG memiliki nilai sosial yang besar, karena program ini dapat memperkuat solidaritas masyarakat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, serta memberikan dukungan langsung bagi keluarga yang membutuhkan.

Namun di sisi lain, pelaksanaan MBG selama Ramadhan membutuhkan perencanaan matang, termasuk distribusi bahan makanan, jadwal pembagian, dan pemantauan penerima.

Dengan strategi ini, program tetap relevan, aman, dan bermanfaat, sambil menghormati ibadah puasa masyarakat serta membantu menekan stunting dan malnutrisi.

Darwis menegaskan, MBG di Ramadhan 2026 tetap menjadi program kesehatan dan sosial yang berkelanjutan, membantu anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga kurang mampu memperoleh gizi yang cukup, sambil menjaga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara

News

Kuasa Hukum Dhody Thahir Curiga Ada Pihak Kuat di Balik Perkara, Surat yang Dipersoalkan Justru Dibuat Pengacara

News

Rapimnas DMDI di Medan, Said Aldi: DMDI Indonesia Sangat Mendukung Program Pemerintah Prabowo Yang Bermanfaat Bagi Ummat

News

Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Dhody Thahir: Polisi Harus Tunjukkan Surat Yang Disebut Palsu

News

Ricky Anthony Apresiasi Polres Dairi Gercep Amankan Pelaku Penganiayaan Anak

News

Anaknya Kembali Dirawat Pasca Keracunan MBG Orangtua Korban Curhat ke Sutarto