Kitakini.news– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI) melalui Direktorat Jenderalakan memasukkan materi manasik khusus jemaah haji lanjut usia (Lansia) padapelaksanaan bimbingan manasik reguler ini.
Direktur BinaHaji Kemenag-RI, Arsad Hidayat mengatakan, penguatan materi ini sejalan dengansemangat Haji Ramah Lansia pada tahun ini. Jumlahnya juga cukup banyak setelah2 tahun terakhit (2020 dan 2021), tidak ada keberangkatan jemaah haji.
“Ditambahlagi di Tahun 2020 ada pembatasan usia bagi jemaah yang diperkenankanmenunaikan ibadah haji,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmiKemenag.go.id, Rabu (22/2/2023).
“Pentingnyamemasukkan materi manasik Haji Ramah Lansia ini menyesuaikan dengan kebijakanhaji tahun 2023, sebagai Haji Ramah Lansia,” tuturnya.
Selainmateri Bimbingan manasik, lanjut Arsad, manasik Lansia juga mencakup infomateri penggunaan fasilitas, alat dan saran prasarana dalam pesawat danakomodasi di Arab Saudi, baik secara manual maupun dalam bentuk video. Ada jugamateri kesehatan jemaah haji.
Arsad jugamengungkapkan, bahwa pihaknya akan melibatkan pembimbing Kelompok BimbinganIbadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam memberikan materi bimbingan manasikintensif ini.
Arsadmenambahkan, bagi jemaah haji yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara(ASN) atau pegawai swasta, maka akan diberikan surat pemberitahuan atauundangan tertulis dari Panitia Bimsik, supaya mendapatkan izin dari pimpinannyauntuk melaksanakan Bimsik yang dilaksanakan dihari kerja.
“Dan untukmemaksimalkan peran serta dalam kegiatan manasik haji ini, juga perlu melibatkanKBIHU. Kami juga meminta kepada Kemenag kabupaten/kota agar selalu aktif dalammemonitor Bimsik di wilayahnya masing-masing,” tandasnya.
Redaksi