Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG

M Harizal - Selasa, 10 Februari 2026 22:37 WIB
Siswa korban keracunan diduga usai makan makanan jatah MBG tengah menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto : Bin)

Kitakini.news -Ratusan siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (9/2/2026). Peristiwa itu memicu kepanikan di sekolah dan menjadi perhatian pihak terkait, Selasa (10/2/2026).

Pantauan wartawan, siswa yang mengalami gejala muntah, diare, pusing, dan mual dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Sidikalang, UPT Puskesmas Hutarakyat, dan sejumlah klinik setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Gejala muncul sejak malam hari setelah mereka menyantap paket MBG yang dibagikan pada siang hari sebelumnya.

Kepala Sekolah SMK HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, puluhan siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak normal sejak pagi. "Awalnya siswa izin pulang karena mual dan sakit perut. Kami membawa mereka ke rumah sakit begitu kondisinya memburuk," ujar Melanton kepada wartawan.

Reaksi atas insiden ini cepat dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam surat bernomor 382/D.TWS/02/2026 tanggal 10 Februari 2026, BGN resmi menghentikan sementara operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 yang memasok MBG ke sekolah tersebut. Pemberhentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Siswa korban keracunan diduga usai makan makanan jatah MBG tengah menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto : Rud)

Koordinator Wilayah BGN Sumut, Pahlawan Nasution, membenarkan penghentian operasional sementara tersebut ketika dikonfirmasi media. Langkah ini diambil berdasarkan laporan Kepala SPPG Sidikalang 3 terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan dan temuan awal investigasi di lapangan.

Sementara itu, Kepala BGN Regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut sebagai acuan menentukan penyebab pasti dugaan keracunan. "Gejalanya mulai terlihat sejak Senin siang dan berlanjut keesokan paginya. Kami belum bisa memastikan sebelum hasil lab keluar," ujar Agung.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah secara nasional. Namun, kasus keracunan makanan seperti yang terjadi di Dairi bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Tahun lalu, sejumlah insiden keracunan MBG dilaporkan di berbagai daerah, termasuk Maluku dan Jawa Timur, yang sebagian besar disebabkan oleh penyimpangan dalam standar operasional di dapur penyedia makanan.

Pakar gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah menyoroti bahwa program MBG harus dilaksanakan dengan perhatian penuh terhadap manajemen, sanitasi, dan keamanan pangan, karena lemahnya pengawasan dapat meningkatkan risiko keracunan, terutama di sekolah-sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dan pemeriksa laboratorium belum mengumumkan hasil resmi penyeba kejadian. Saat ini, pihak sekolah telah menghentikan sementara konsumsi menu MBG bagi siswa hingga hasil pemeriksaan lengkap diperoleh.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait