Banjir Kembali Rendam Jalur Padang Sidimpuan–Sibolga, Puluhan Warga Tapanuli Tengah Mengungsi

M Harizal - Senin, 16 Februari 2026 20:37 WIB
Suasana jalur lintas Padangsidimpuan-Sibolga di kawasan Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir bandang pada Senin, 16 Februari 2026. Sejumlah kendaraan terjebak dan puluhan warga mengungsi. (Foto : Niel)
Kitakini.news -Hujan deras yang mengguyur wilayahKabupaten Tapanuli Tengahsejak siang hari menyebabkan banjir kembali merendam jalan lintasPadang Sidimpuan–Sibolga. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan Desa Lopian, Kecamatan Badiri, terputus dan puluhan warga terpaksa mengungsi.

Banjir mulai menggenangi badan jalan sekitar pukul 18.00 WIB, Senin (16/2/2026), setelah debit air sungai meningkat dan meluap ke jalur utama penghubung antarwilayah tersebut. Sejumlah kendaraan dari arah Padang Sidimpuan menuju Sibolga maupun sebaliknya tidak dapat melintas.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga mulai menyelamatkan barang berharga dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, sebagian warga masih bertahan di sekitar permukiman untuk memantau kondisi banjir. Listrik di kawasan Hutabalang–Lopian juga sempat dipadamkan sebagai langkah antisipasi.

Seorang warga setempat, Hendra, mengatakan kawasan Desa Lopian kerap dilanda banjir sejak bencana banjir bandang pada November 2025. Namun, menurutnya, banjir kali ini kembali menjadi yang terparah.

"Sejak banjir bandang itu, daerah ini lebih sering banjir. Tapi terparah baru ini lagi, hanya saja tidak ada kayu yang ikut terbawa," ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi atau pengembalian jalur sungai untuk mencegah banjir berulang.

Sementara itu, Bupati Tapanuli TengahMasinton Pasaribumenyatakan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan TNI tengah melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Warga untuk sementara diungsikan ke titik pengungsian yang lebih aman. Kami berupaya maksimal untuk menghindari korban jiwa. Logistik, terutama makanan bagi pengungsi, juga segera didistribusikan," ujarnya.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga yang sebelumnya kembali ke rumah pascabanjir bandang 2025 agar sementara waktu mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, serta aparat keamanan terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga.

Hingga berita ini diturunkan, debit air masih terus meningkat dan petugas tetap bersiaga di lokasi.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Repdem Sumut Tuntut Presiden Tetapkan Bencana Nasional

News

Jejak Rp720 Miliar yang Hilang: Pergeseran BTT Sumut Berdampak Pada Bantuan Bencana

News

Walhi Sumut Duga Ada Transaksi di Balik Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Lingkungan