Kitakini.news - Hari pertama bulan suci Ramadan masyarakat Desa Tandihat di Hunian Sementara (Huntara), Lapangan Sarasi, Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan pada saat hari pertama menjalankan ibadah puasa.
Masyarakat merasakan suasana tidak seperti biasanya, karena tahun ini mereka tak berasa di kediaman masing-masing, memasak, berbuka puasa, sahur dan beribadah dalam kondisi normal.
"Biasanya masak di rumah sendiri, sekarang terpaksa di dapur umum bersama yang lain," ujar seorang warga di Huntara, Simarpinggan, belum lama ini.
Penuturan warga bernama Robiah, ia mengaku untuk memasak makanan sahur atau berbuka puasa tidak ada kendala. Karena ketersediaan bahan makanan.
"Bantuan bahan makanan sampai sekarang masih dapat. Tetapi bagaimanapun, tetap lah lebih nyaman di rumah kita sendiri," ungkapnya.
Pun begitu, Robiah mengaku bersyukur karena momentum Ramadan tahun ini, meskipun berada di Huntara mereka tetap bisa mengawali bulan suci ini dengan tradisi masak daging sapi atau ayam.
"Bersyukur juga lah, karena bisa tinggal di Huntara ini, dapat daging sapi untuk dimasak dan makan bersama menyambut puasa. Karena kan kebiasaan kita di sini ada namanya punggahan," sebut Robiah.
Begitu juga bagi anak-anak kata Robiah, bisa bermain permainan seperti di lingkungan sendiri, termasuk beribadah salat Maghrib, Isya dan Tarawih hingga Tadarusan saat malam hari.