Kitakini.news – SekretarisKomisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), RudiAlfahri Rangkuti menilai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut ceroboh dalammenginput nama-nama yang akan disulkan untuk dilantik.
Sebab, kata Rudi, dirinyamengaku terkejut dengan informasi terdapat nama orang yang sudah meninggal iktudilantik bersama ratusan eselon baru-baru ini oleh Gubernur Sumut (Gubsu) EdyRahmayadi.
“Inimenunjukkan BKD tidak hati-hati, dan cerobos meng-input namatanpa memeriksanya kembali,” kata Rudi kepada wartawan diruang kerjanya digedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (23/2/2023).
Halini dikatakan Rudi Alfahri merespon heboh pelantikan 911 pejabat eselon III danIV di lingkungan Pemprovsu, yang diketahui satu diantara pejabat yang dilantiksudah meninggal tiga tahun lalu.
Menurutsumber, pejabat yang dilantik adalah Edison Hutasoit ST sebagai Kepala SumberDaya Air dan Cipta Karya UPTD Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tarutung DinasPekerjaan Umum dan Tata Ruang Provsu.
Diketahui, Edison meninggal dunia3 tahun lalu saat menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA)Cipta Karya Gunung Sitoli.
Menyikapi hal ini, Rudi sangat menyesalkanterjadinya peristiwa memalukan ini bahkan sempat jadi gunjingan di media sosial.
“Ini memalukan sekali, kok bisasampai terjadi hal seperti itu, apakah tidak ada Cross Check, sistemnyabagaimana, harusnya diperiksa cermat. Bagaimana Sumut bermartabat jika halsepele namun memalukan ini terjadi,” cetusnya.
Peristiwaseperti di Pemprovsu, lanjut Rudi, bukan kali pertama terjadi di SumateraUtara. “Di Binjai, yang merupakan Dapil saya, ada orang yang sudah meninggalmasih menerima gaji,” ujarnya.
“Oleh karena itu, agar tidakterjadi berulang-ulang, DPRD Sumut meminta Pemprovsu melaui dinas terkait untukbersinergis, terkait misalnya pengusulan nama yang diajukan, pemeriksaanlangsung pejabat dilantik, atau diusulkan untuk dilantik, sehingga dipastikantidak ada kesalahan adminstrasi, termasuk nama alamat dan lainnya,” cetus Rudi.
Terhadap kesalahan pada orang yangsudah meninggal ikut dilantik Pemprovsu itu, Rudi meminta untuk diperiksa lebihdetail, cermat dan berulang-ulang, selain mencocokkan idenentas, alamat maupunfisik orangnya.
Sementara itu, Kabag Mutasi BadanKepegawaian Daerah (BKD) Provsu Karim yang dikonfirmasi awalnya mengatakan,pihaknya mengalami kesalahan data. Namun ketika didesak kebenaran informasitersebut, Karim mengaku belum mengetahunya. “Nanti saya cek dulu ya,” ujarnya.
Kadis PUPR Bambang Pardedemengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah(BKD) Provsu dan nama yang bersangkutan sudah dicoret dari daftar nama pejabatyang dilantik.
Seperti diberitakan sebelumnya,Gubsu Edy Rahmayadi melantik 911 pejabat eselon III dan IV lingkup PemerintahProvinsi (Pemprov) Sumut, Selasa (21/2/2023). Pelantikan ini bertujuan untukmenyelaraskan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempercepat pencapaianvisi dan misi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Pejabat yang dilantik sebanyak 329merupakan pejabat eselon III dan 582 pejabat eselon IV. Tidak seluruhnya karenamutasi, sebagian karena ada perubahan nomenklatur.
Posisi-posisi yang dilantik untukeselon III terbanyak ada pada jabatan kepala bidang (125 posisi) dan kepalaUPTD (119 posisi). Sedangkan untuk eselon IV jabatan yang terbanyak adalahkepala seksi (327 posisi) dan Kepala Subbagian (225 posisi).
Redaksi