Kitakini.news - MusabaqahTilawatil Qur'an XXV (MTQ XXV) tingkan Kabupaten Mandailingnatal (Madina)resmi dibuka dan akan berlangsung selama tiga hari, 12-14 Februari 2026, diKelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat.
Ajangyang diikuti oleh 250 peserta, terbagi dalam 23 kafilah, dibuka oleh WakilBupati Atika Azmi Utammi Nasution pada Kamis malam, 12 Februari 2026. Ada empatcabang perlombaan, yakni Seni Baca Al-Qur'an, Hafalan Al-Qur'an, TafsirAl-Qur'an, dan Karya Tulis Ilmiah.
AtikaAzmi menyampaikan Pemkab Madina tetap menyelenggarakan MTQ di tengahpenyesuaian anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat. Sebab, ajang inimerupakan bagian dari identitas Madina yang dikenal sebagai daerah yang religiusdan Serambi Mekkah Sumatera Utara.
"MTQini tidak boleh dihapuskan walaupun ada koreksi yang sangat mendalam terhadapkeadaan fiskal daerah," kata dia.
WabupAtika berpesan agar MTQ ini tidak hanya dilihat sebagai ajang perlombaan untukmendapatkan tiket mewakili Madina di tingkat provinsi.
"Tetapibagaimana juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.Sebagaimana kita ketahui itu adalah referensi hidup kita, kitab suci kita,pedoman hidup," ujar dia.
KepalaKantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Madina H. Maranaik Hasibuanmengapresiasi pemerintah daerah yang tetap menyelenggarakan MTQ di tengahefisiensi dan keterbatasan anggaran.
"Semogakegiatan event MTQ ke-25 ini benar-benar menjadi sebuah berkah yang memberikandampak positif untuk kemajuan Kabupaten Mandailing Natal," kata dia.
Maranaikmenuturkan, cita-cita melahirkan kabupaten yang madani harus dilakukan denganmenonjolkan nilai-nilai Islam, terlebih Madina selama ini dikenal sebagaidaerah yang keislamannya begitu kental.
"Menuruthemat kami, Kabupaten Mandailing Natal yang mengarah menjadi kabupaten yangmadani, tidak ada jawabnya kecuali warna Islami harus selalu muncul diKabupaten Mandailing Natal," sebut dia.
KetuaPanitia MTQ Bahruddin Juliadi melaporkan kegiatan ini bertujuan meningkatkanpengetahuan dalam penghafalan, pengalaman, dan pendalaman isi Al-Qur'an bagigenerasi muda. Kemudian, sebagai tolok ukur prestasi bagi qari-qariah,hafiz-hafizah, dan mufassir-mufassirah.
"Sebagaimotivasi dan implementasi bagi masyarakat Mandailing Natal untuk menjadikanAl-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat danbernegara," lanjut kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) ini.
Dalamkesempatan tersebut turut hadir unsur Forkopimda, Ketua MUI Muhammad Natsir,Kakan Haji dan Umrah Madina Ahmad Zainul Khobir, Pj. Sekda Drs. M. SahnanPasaribu, Asisten II Afrizal Nasution, sejumlah kepala OPD, dan para camat.