Kitakini.news -Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten TapanuliTengah, Sumatera Utara. Akibatnya sejumlah sekolah terpaksa kembali diliburkan,di wilayah Kecamatan Tukka dan Kecamatan Pandan, karena lumpur material Banjiryang menghantam Tapanuli Tengah, Kamis (12/2/2026).
Banjir bandang terjadi akibat intensitas hujanyang sangat tinggi. Hujan deras disebut berlangsung sejak pukul 17.30 WIBhingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Sejumlah sekolah yang terendam lumpur dengan parah,sebelumnya pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor 25 Novembertahun lalu, telah direnovasi dan diperbaiki kembali, kini rusak kembali pascabanjir bandang kembali menghantam Tapanuli Tengah.
Sekolah yang kembali terendam lumpur parah adalah Sekolah SDNegeri 1A, 1BTukka, SD Negeri Huta Nabolon 1 dan SD Negeri Huta Nabolon 2,Madrasah Tukka, SD Negeri Tenda Darurat Sigiring Giring Tukka, Sekolah SMP -SMA swasta Fransiskus Pandan Serta SD Negeri Aek Tolang.
Kepala Sekolah SMP Fransiskus, Suster Roberta Zalukhu, Jumat(13/2/2026) mengatakan sekolah ini pun meliburkan siswanya sejak kemarin sampaihari ini. Ratusan personil TNI AD dari Satgas Penanggulangan Bencana Alam Korem023KS Sibolga telah dikerahkan ke sejumlah sekolah di wilayah ini, untukmelakukan penanggulangan.
Sementara di SMP dan SMA Swasta Fransiskus Pandan puluhan siswadengan peralatan seadanya membantu membersihkan lumpur dari sekolah mereka.
Kondisi Sekolah Swasta SMP dan SMA Fransiskus, di Kelurahan AekTolang Kecamatan Pandan juga cukup parah, akibat wilayah sekolah ini tak jauhdari Sungai Aek Tolang di Kelurahan Aek Tolang Kecamatan Pandan.
Sekolah di bawah Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga ini,sebelumnya pada bencana banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025 lalu,mengalami rusak parah. Seluruh mobiler peralatan sekolah, meja, kursi, lemari,serta perlengkapan lainnya termasuk buku perpustakaan dan komputer rusak total.
Pihak sekolah dengan dibantu TNI dan polri melakukan perbaikandan pembersihan sekolah ini sehingga dalam sebulan ini kembali dapat dipakaiuntuk proses belajar mengajar.
Namun kini sekolah ini kembali terendam banjir. Seluruh ruangankelas yang sebelumnya telah bersih dan rapi, kini kembali dipenuhi lumpur.Untuk melakukan perbaikan dan pembersihan, sekolah ini pun kembali diliburkan.