Kitakini.news -Bencanaalam susulan ketiga kalinya pada Minggu 16 Februari lalu, berupa banjir kembalimenerjang sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah. Sedikitnya 10 Kecamatan kembaliporak poranda di terjang banjir.
Pascabanjir ketiga kalinya ini, wilayah terparah dihantam banjir selain kelurahanHuta Nabolon Kecamatan Tukka, kecamatan lain seperti kecamatan Badiri,Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara juga porak poranda di hantam banjirsusulan ini.
Sedikitnyakini tiga desa di wilayah kecamatan Badiri ini terisolir kembali, akibat aksesjalan dan jembatan putus total. Warga pun rela berjalan kaki dan menyeberangisungai berarus deras lewat titik kayu gelondongan material banjir yangmembentang di atas sungai berarus deras ini.
Kondisiterkini Desa Lubuk Ampolu di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah,Sumatera Utara, berubah menjadi semacam pulau, yang dikelilingi aliran sungaiAek Bottar.
Sungaiini membuat aliran sungai yang baru, mengelilingi desa lubuk Ampolu. Jalursungai yang semula dari arah utara, membuat jalur baru mengelilingi desa danmenghancurkan jembatan menuju desa lubuk Ampolu, serta desa Pagaran Honas danAek Bottar Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah.
Wargadesa ini pun sejak kemarin, Rabu (18/2/2026), memilih meninggalkan rumah merekadan tinggal bersama keluarganya di Kecamatan Badiri.
Sejumlahwarga desa juga kembali berkunjung ke desa ini, dengan melewati titik kayudarurat, dari material kayu bawaan banjir. Warga mengaku terpaksa memberanikandiri menyeberang diatas sungai ini.