Kitakini.news -Ditengahriuhnya kabar menteri ESDM soal ketahanan energi nasional yang terdampakkonflik Timur Tengah, warga Tapanuli Tengah sempat dibuat ketar-ketir. Isukelangkaan BBM mulai memicu panic buying di sejumlah SPBU. Namun, benarkah stokkita menipis?
Gunamenjawab keresahan warga di tengah ibadah puasa, Sat Intelkam Polres TapanuliTengah di bawah komando IPTU Fernando Simanjuntak langsung turun ke lapanganpada Kamis siang (5/3/2026). Tim menyisir 7 SPBU utama mulai dari jalur Pandan,Sarudik, hingga Barus.
JanganPanik! Stok di Depot Sibolga Aman.Berdasarkan koordinasi dengan Depot PertaminaSibolga, stok BBM untuk wilayah Tapteng dan sekitarnya justru berada dalamposisi Sangat Aman.
"Masyarakattidak perlu terpengaruh isu berlebih. Stok di Depot Pertamina Sibolga saat inimencapai 5.500 KL Pertalite dan 4.500 KL Biosolar. Ini cukup untuk mengcoverkebutuhan 9 Kabupaten/Kota hingga 10 hari ke depan," tegas IPTU Fernando Simanjuntak.
KenapaAda Antrean Panjang?
Jikastok aman, kenapa di beberapa SPBU terlihat antrean mengular? Iptu Fernandomenjelaskan bahwa hal itu murni kendala teknis, bukan kelangkaan barang.
1.Input Barcode: Proses penginputan barcode saat pengisian memerlukan waktutambahan, sehingga pelayanan ke kendaraan terkesan lebih lama dari biasanya.
2.Psikologi Massa: Adanya pernyataan global terkait konflik Timur Tengah memicuwarga membeli lebih banyak dari kebutuhan biasanya (panic buying).
Berdasarkanpantauan langsung, berikut kondisi di beberapa titik SPBU di Tapteng:
•SPBU Lopian & Muara Nibung: Stok Pertalite dan Biosolar tersedia belasanhingga puluhan kiloliter.
•SPBU Sibuluan Nalambok: Siaga dengan 19.8 KL Pertalite dan 15 KL Biosolar.
•Jalur Lintas Barus: Pasokan masih terkendali dan pengiriman dari DepotPertamina berjalan lancar.
PolresTapteng memastikan akan terus memantau distribusi BBM selama bulan Ramadan.Hingga saat ini, belum ditemukan adanya lonjakan permintaan yang ekstrem atauindikasi penimbunan.
"Kamiminta warga tetap tenang dalam menjalankan ibadah puasa. Jangan terpancing isuyang tidak jelas sumbernya." tutup Kasat Intelkam.