Kitakini.news -Secararesmi Mentri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkanterkait kondisi bahan bakar minyak di negara republik Indonesia cukup sekitar21 sampai 25 hari kedepan akibat di tutup nya selat Hormuz oleh Iran.
Tidakhanya itu Bahlil juga memaparkan, ketersediaan BBM itu mengikuti ketersediaanfasilitas penyimpanan. Sejauh ini kata Bahlil, kapasitas penyimpanan (storage)BBM di dalam negeri hanya berkisar 25 hari.
"Kenapanggak kita melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau kita adakan, kita mausimpan di mana? Storage-nya nggak cukup," kata Bahlil di Kompleks IstanaKepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Bahlilmenyampaikan, kemampuan menampung BBM untuk sekitar 25 hari sudah berjalancukup lama. Angka itu sesuai dengan standar nasional di rentang minimal 20-21hari.
Akibatpernyataan tersebut, sejumlah SPBU di kota Padangsidimpuan sejak Kamis (5/03)mengalami antrian panjang lantaran kepanikan warga tentang ketersediaan BBM dikota Padangsidimpuan.
"Sejakadanya banjir bandang dulu beberapa kali kita alami kekosongan atauketerlambatan suplay BBM masuk ke kota ini bang. Ini pun saya khawatir lantaranada infonya akan terjadi kekosongan minyak akibat perang Iran Israel makanyasaya ikut antri untuk sejak habis sholat magrib tadi, sekitar sejam lah bang,"ujarnya saat ditemui awak media di SPBU Jln Serma Lian Kosong, KotaPadangsidimpuan.
Tidakhanya itu, Ikhwan salah satu warga juga turut mengantri sejak sore tadi di SPBUJalan Baru By Pass.
"Memangbenar kementrian mengatakan aman hingga 25 hari kedepan, lantas setelah itubagaimana? Lebih baik di penuhin aja dulu tangki minyak mobil sebelum terjadikelangkaan BBM, walaupun ngantri ber jam jam," tambahnya.
Amatanawak media, hingga malam ini Kamis (5/3/2026), SPBU Kelurahan Sadabuan juga dipadatiwarga yang mengantri BBM, baik roda dua, tiga, maupun empat.