Kitakini.news -Pascapenutupan sementara sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPGoleh Badan Gizi Nasional karena belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasidan pengolahan air limbah, ribuan mitra dapur terancam tidak menerima gaji.Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas, Sumatera Utara, meminta pemerintah menundapenerapan aturan tersebut hingga usai lebaran.
Daridata Badan Gizi Nasional, sebanyak 252 dapur SPPG di Sumatera Utara belummengurus sertifikat laik higiene sanitasi maupun pengolahan air limbah.Akibatnya, operasional dapur tersebut terpaksa dihentikan sementara hinggasertifikat yang dipersyaratkan dipenuhi.
Penutupansementara ini berdampak pada ribuan mitra yang bekerja di dapur SPPG. Parapekerja terpaksa dirumahkan sementara hingga dapur kembali beroperasi.
KetuaDPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Sumatera Utara, Lusi Simatupang, menilaiaturan dari Badan Gizi Nasional tersebut sudah tepat demi menjaga standarkesehatan. Namun ia meminta agar penerapannya ditunda hingga setelah Idulfitri.
Lusijuga meminta pemerintah memberikan keringanan terhadap 252 dapur SPPG diSumatera Utara yang saat ini dihentikan sementara operasionalnya karena belummemiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.
"Penghentiansementara ini berdampak besar terhadap para pekerja dapur. Setidaknya lebihdari 11 ribu tenaga kerja terpaksa dirumahkan sementara hingga proses perizinanselesai,"ujarnya, Senin (16/3/2026).
Iaberharap pemerintah memberikan tambahan waktu setidaknya hingga setelah Lebaranagar pengelola dapur tetap dapat beroperasi sambil melengkapi prosesadministrasi.
Iniadalah memang benar-benar satu masalah besar di mana para SPPG ini kanmempunyai 47 relawan yang ada di setiap SPPG yang membantu operasional setiaphari.
"Nahkalau SPPG ini di suspend, kan kasihan juga pemilik SPPG dan keluarganya dankalau relawan jadi nggak digaji. Ini sudah mau lebaran, jadi kita pakai hatinurani, saya sebagai ketua HMD Gemas Sumatera Utara memohon kepada pemerintahsupaya kasihlah kelonggaran waktu sampai selesai Lebaran, sampai selesailebaran mau di-suspend kalau belum diurus shls-nya belum didaftarkan silakantapi dalam masa-masa genting ini hari besar ini tolonglah diberikan sedikitwaktu," pinta Lusi.
Apabilasetelah Lebaran pemilik dapur SPPG masih belum melengkapi sertifikat yangdiwajibkan, Badan Gizi Nasional diharapkan segera mengambil tindakan tegas. Iajuga mengaku telah mendesak seluruh pemilik SPPG untuk segera mengurus sertifikatyang diminta pemerintah.