Pemerintah Diminta Siaga Hadapi Lonjakan Arus Balik di Tol Binjai-Langkat

Heru - Kamis, 26 Maret 2026 20:39 WIB
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti SH MH

Kitakini.news -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Perhubungan bersama Kementerian terkait serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di ruas Jalan Tol Binjai-Langkat untuk mengantisipasi lonjakan arus balik kendaraan usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"Kita berharap ada langkah strategis guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama seperti tol Binjai–Langkat di sisi kawasan Stabat," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti SH MH kepada wartawan melalui sambungan telepon dari Kota Binjai, Kamis (24/3/2026).

Rudi menjelaskan, ruas tol Binjai–Langkat, termasuk seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan yang kini telah beroperasi penuh, akan menjadi jalur utama arus balik menuju Kota Medan dan Binjai, sehingga berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga memprediksi puncak arus balik tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Untuk itu, Rudi mendorong penerapan rekayasa Lalulintas seperti sistem Satu Arah (One Way) apabila terjadi kepadatan.

"Rekayasa Laluintas harus disiapkan sejak dini, termasuk kemungkinan penerapan one way agar arus kendaraan tetap lancar," cetus Wakil Rakyat dari Dapil Sumut XII meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini.

Tak hanya itu, Rudi juga mengingatkan pengendara agar mewaspadai titik rawan banjir di Km 53 ruas Tanjung Pura–Pangkalan Brandan yang sebelumnya sempat mengalami genangan.

Rudi menilai, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat memperparah kemacetan saat arus balik.

Selain di jalan tol, Rudi juga menyoroti potensi kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Stabat, khususnya di kawasan Jembatan Sei Wampu yang mengalami penyempitan lajur.

Menurutnya, tingginya arus kendaraan dari arah Aceh menuju Medan, baik kendaraan pribadi, bus, maupun truk, menjadi faktor utama kepadatan di titik tersebut.

"Perlu pengaturan yang maksimal di titik-titik rawan seperti Sei Wampu, di Stabat, karena penyempitan jalan kerap memicu antrean panjang," terangnya.

Rudi menambahkan, keberadaan Jalan Tol seperti ruas Stabat–Tanjung Pura diharapkan dapat membantu mengurangi beban kendaraan di jalur nasional, meskipun disisi lain tetap perlu diantisipasi peningkatan volume kendaraan di Jalan Tol.

Apresiasi

Rudi juga mengapresiasi kesiapan aparat Kepolisian yang saat ini terus bersiaga melalui Operasi Ketupat Toba 2026. Meski arus Lalulintas hingga hari kedua Idul Fitri masih terpantau lancar dan terkendali, ia meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan menjelang puncak arus balik.

"Petugas harus tetap siaga di lapangan, terutama di pos pengamanan dan pelayanan, agar bisa cepat mengurai kepadatan jika terjadi lonjakan kendaraan," jelasnya.

Lebih lanjut Rudi Ia mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah kemacetan dengan mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki Tol, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Kesadaran masyarakat sangat penting agar arus balik berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Kunjungi Gudang BULOG Medan, Menko Polkam Tegaskan Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional

News

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Wabup Tiorita Menangis

News

KPK Amankan Bupati Langkat Syah Afandin dan 6 Orang

News

Spanyol Terlalu Tangguh, Austria Tak Berkutik di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

News

OTT KPK di Binjai, Suasana Polrestabes Medan Terlihat Tenang

News

Polsek Pandan Amankan Dua Pria Lakukan Percobaan Pencurian Kabel Telkom