Kitakini.news - Menyambut Hari Raya Imlek2557 Kongzili, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) SumateraUtara (Sumut), Drs Wong Chun Sen, MPd.B, bersama pengurus Chitiya Tujuh Dewi (7 SienNi) dan organisasi Matrisia 67 Komda Sumut yang dipimpin Budi Malem, menggelarkegiatan bakti sosial dengan pembagian ratusan paket Sembako kepada masyarakatkurang mampu.
Kegiatansosial tersebut dilaksanakan di Jalan Serbaguna, Pasar IV Helvetia,Deli Serdang, Minggu (25/01/2026), dan disambut antusias warga sekitar yangsejak pagi telah memadati lokasi pembagian.
Dalamsambutannya, Wong Chun Sen menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentukkepedulian sosial umat Buddha kepada masyarakat, khususnya menjelang perayaanImlek yang sarat dengan nilai kebersamaan, cinta kasih, dan berbagi.
"PerayaanImlek bukan hanya tentang suka cita dan tradisi, tetapi juga momentum untukberbagi dengan sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilaikemanusiaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat," ujar Wong Chun Sen.
Ia jugaberharap bantuan Sembako yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi warga,terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, Budi Malem selakuperwakilan Matrisia 67 Komda Sumut mengatakan bahwa pihaknya akan terusmendukung kegiatan-kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepadamasyarakat.
"Kamiberkomitmen untuk terus bersinergi dengan Permabudhi dan vihara dalam kegiatansosial kemasyarakatan. Ini adalah wujud nyata semangat toleransi dan gotongroyong," katanya.
PengurusVihara Tujuh Dewi (7 Sien Ni) juga menyampaikan terima kasih kepada seluruhpihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk para donaturdan relawan, sehingga acara dapat berjalan lancar dan tertib.
Selainpembagian Sembako, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara tokohagama, organisasi sosial, dan masyarakat, sekaligus mempererat kerukunanantarumat beragama di wilayah Helvetia.
Wargapenerima bantuan mengaku sangat terbantu dan berharap kegiatan serupa dapatterus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat perayaan hari besarkeagamaan. (**)