Kitakini.news - Anggota DPRD Kota Medan, Dr.Lily, MBA, MH mengimbau warga Kota Medan yang akan merayakan Tahun BaruImlek agar melaksanakannya secara sederhana dan penuh empati. Ia secara khususmeminta agar perayaan tidak diwarnai pesta kembang api, mengingat duka mendalammasih dirasakan masyarakat Sumatera Utara akibat bencana banjir bandang.
Menurutpolitikus PDI Perjuangan tersebut, bencana alam yang terjadi pada akhirNovember 2026 lalu telah meluluhlantakkan permukiman warga di sejumlah daerah.Ratusan korban jiwa, ribuan rumah, serta fasilitas umum rusak, dan ribuan wargahingga kini masih mengungsi.
"Sampaisekarang dampak banjir bandang itu masih sangat terasa. Meski di beberapawilayah sudah mulai ada perbaikan, masih ada daerah yang terisolasi akibatrusaknya infrastruktur. Banyak warga kehilangan ladang dan mata pencahariansehingga sangat membutuhkan bantuan pangan," ujar Lily yang juga anggota KomisiII DPRD Medan, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan,para korban juga mengalami trauma mendalam. Pendampingan psikologis masihsangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi mental warga yang kehilangankeluarga atau tempat tinggal. Selain itu, kebutuhan dasar seperti bahan pangan,air bersih, pakaian, serta perlengkapan pendidikan bagi anak-anak juga masihsangat mendesak.
"Terlebihmereka masih sangat trauma. Banyak yang kehilangan anggota keluarga, ada pulayang belum ditemukan. Selain pendampingan psikologis, bantuan logistik sangatdibutuhkan," sebutnya.
Denganmengingat kondisi tersebut, Lily mengajak masyarakat yang akan merayakan Imlekuntuk menunjukkan empati dengan tidak berpesta secara berlebihan. Ia menilai,pesta kembang api di tengah suasana duka justru dapat melukai perasaan parakorban bencana.
"Hendaknyajangan ada pesta kembang api. Kesan berpesta pora akan sangat kontras,sementara saudara-saudara kita di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, TapanuliSelatan, Aceh, Sumatera Barat, serta beberapa kecamatan di Kota Medan masihberduka akibat bencana," katanya.
Lilyberharap, dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dapatdialihkan untuk membantu para korban. "Janganlahdulu kita berpesta. Masih banyak saudara kita yang sedang bersedih. Biarlahuang untuk kembang api kita gunakan untuk membeli sembako, air bersih, pakaian,atau kebutuhan sekolah. Mari kita ringankan beban mereka," tandasnya. (**)