Kitakini.news -Ribuanmasyarakat memadati perayaan Harmoni Cap Go Meh 2577 Kongzili Tahun 2026 yangdigelar Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sumatera Utara di CentrePoint Mall Medan, Senin (2/3/2026) malam.PerayaanCap Go Meh sebagai puncak rangkaian Tahun Baru Imlek itu tak hanya dihadiritamu undangan, tetapi juga menyedot perhatian pengunjung mall.
Kegiatantersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas suku dan agama, menegaskanMedan sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi.
KetuaPermabudhi Sumut, Drs. Wong Chun Sen M.Pd.B, mengapresiasi kerja keras KetuaPanitia, Budi Malem, SMT, yang dinilai sukses menyelenggarakan acara megahmeski hanya dimotori empat panitia inti.
"Inibukti bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong mampu melahirkan perayaanyang luar biasa. Harmoni bukan berarti sama, tetapi saling menghormati dansaling mendukung dalam keberagaman," tegas Wong yang juga menjabat Ketua DPRDKota Medan.
Dia menekankan,Cap Go Meh bukan sekadar pesta budaya etnis Tionghoa, melainkan momentumrefleksi untuk memperkuat toleransi, memperluas dialog, serta menjaga situasikota tetap aman dan kondusif.
"KotaMedan kaya akan suku, agama, dan budaya. Dalam keberagaman itulah kitamenemukan kekuatan. Jadikan perbedaan sebagai energi pembangunan, bukan sumberperpecahan," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Wong jugamendorong Permabudhi Sumut agar terus merangkul seluruh majelis dan lembagakeagamaan Buddha tanpa membeda-bedakan aliran, serta aktif memberikan masukanstrategis kepada pemerintah daerah demi kepentingan umat dan masyarakat luas.Perayaantahun ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan1447 Hijriah. Wong berharap momentum tersebut semakin mempererat harmoniantarumat beragama di Kota Medan."Semogatahun ini membawa keberkahan, kesehatan, kesuksesan, dan kedamaian bagi kitasemua," harapnya.
Sementaraitu, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama RI Provinsi Sumut, Sukasdi, SE,menegaskan bahwa Cap Go Meh harus menjadi ruang merayakan perbedaan sebagaikekuatan bangsa."Semuaagama mengajarkan kebaikan. Mari jadikan harmoni sebagai jati diri bangsaIndonesia yang harus kita jaga bersama," katanya.
PerwakilanWali Kota Medan yang hadir turut menyampaikan ucapan Selamat Imlek dan Cap GoMeh kepada masyarakat Tionghoa di Kota Medan, seraya berharap tahun barumembawa kedamaian, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Sebelumnya,Ketua Panitia Budi Malem, SMT, menjelaskan rangkaian kegiatan berlangsungselama tiga hari, diisi pameran budaya Tionghoa, pertunjukan seni dan taritradisional, hingga atraksi barongsai yang memikat pengunjung."Terimakasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah mendukung. Tanpakebersamaan, acara ini tidak mungkin berjalan sukses," ujarnya.
Bernuansamerah di bawah cahaya lampion yang berpendar, perayaan ditutup dengan fotobersama, ramah tamah, serta hiburan barongsai dan penampilan vokal solo artislokal Tionghoa yang semakin menghangatkan suasana.Malamitu, Kota Medan kembali membuktikan dirinya sebagai rumah besarkeberagaman tempat harmoni bukan sekadar slogan, tetapi nyata dirayakanbersama.(**)