Kitakini.news -Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan biayapenyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, meskipun harga bahan bakar pesawat atauavtur mengalami kenaikan. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari PresidenPrabowo Subianto agar beban jemaah tetap ringan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga biaya haji tetapstabil di tengah tekanan global. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil AnzarSimanjuntak, menyebutkan kenaikan harga avtur tidak akan dibebankan kepadacalon jemaah haji Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Dahnil saat menghadiri kegiatanManasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026).
"Jadi perintah Presiden adalah kami harus mencari solusibersama dengan otoritas penerbangan supaya tidak boleh ada beban baru untukJemaat jadi Insya Allah presiden telah menawarkan solusi untuk memastikan bebanjemaah tidak bertambah meskipun ada kenaikan avtur," ujarnya.
Menurut Dahnil, sejumlah maskapai, termasuk maskapai dari ArabSaudi, telah mengajukan penyesuaian biaya penerbangan haji. Bahkan, tambahanbiaya yang diusulkan mencapai sekitar 4.000 dolar Amerika Serikat per jemaah.
Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia,yang terdampak dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, pemerintahmemastikan akan mengambil alih beban tambahan tersebut.
"Ada kenaikan harga avtur yang signifikan tapi perintahPresiden itu adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jemaahterkait dengan peningkatan harga avtur," tambahnya.
Saat ini, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai maskapaipenerbangan untuk mencari solusi terbaik agar penyelenggaraan ibadah haji tetapberjalan lancar tanpa membebani masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Presiden agar kementerian danlembaga terkait menyiapkan strategi menghadapi kenaikan biaya operasional haji.
Pemerintah menegaskan, kebijakan ini menjadi bentuk keberpihakan negara dalammemastikan ibadah haji tetap terjangkau, sekaligus memberikan kepastian bagicalon jemaah di tengah ketidakpastian ekonomi global.