Kitakini.news -Dalam momentum Dies Natalis ke-72,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dengan menggelar aksi penanaman 1.000 pohon diTaman Hutan Kota PT PLN Medan Baru, Kecamatan Medan Baru.
Mengusung tema "Menghijaukan adalah Sikap, Menanam adalah Perlawanan", kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mencerminkan sikap ideologis kaum muda dalam merespons krisis ekologis yang semakin mengkhawatirkan. Aksi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pihak Kecamatan Medan Baru, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Ketua DPC GMNI Kota Medan, Damses Sianturi, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian serta eksploitasi lingkungan yang masih terus terjadi.
"Menghijaukan adalah sikap, karena lahir dari kesadaran ideologis untuk menjaga bumi sebagai ruang hidup bersama. Menanam adalah perlawanan, karena di tengah kerusakan yang masif, kita memilih untuk bertindak, bukan diam," ujar Damses.
Ia menambahkan, GMNI sebagai organisasi kader bangsa tidak boleh berhenti pada diskursus intelektual semata, tetapi harus hadir melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
"Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan. GMNI harus menjadi pelopor, bukan penonton, dalam menghadapi krisis lingkungan. Apa yang dilakukan hari ini merupakan investasi bagi masa depan bangsa," lanjutnya.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari pihak Kecamatan Medan Baru yang menilai aksi tersebut sebagai langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab seluruh elemen.
Melalui kegiatan ini, DPC GMNI Kota Medan menegaskan bahwa perjuangan tidak hanya berlangsung di ruang diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan, melalui penanaman pohon dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.