Kitakini.news - Ratusan warga berunjuk rasa menolak dipindahkan dari Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Warga minta pemerintah memberikan kepastian usaha setelah tanaman kelapa sawit mereka dimusnahkan.
Warga mendatangi Kantor Gubernur Riau, Jalan Cut Nyak Din, Kota Pekanbaru. Massa ingin bertemu dengan PLT Gubenur Riau SF Hariyanto untuk menyampaikan tuntutan, Senin (13/4/2026).
Dalam aksinya, sebagian warga mengaku kesulitan bertahan hidup setelah dipindahkan dari Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan.
Ratusan hektare tanaman kelapa sawit juga sudah dimusnahkan, akibatnya penduduk kehilangan mata pencaharian. Warga memiliki izin tinggal di taman nasional berdasarkan dokumen KTP dan kartu keluarga.
Dalam orasinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Mereka menolak relokasi dari wilayah yang telah lama ditempati, meminta jaminan masa depan dari Pemerintah Provinsi Riau, serta mendesak Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Salah seorang peserta aksi menegaskan bahwa warga tidak merasa sebagai perambah kawasan hutan. Ia mengaku lahan yang ditempati diperoleh melalui transaksi jual beli.
Sepanjang aksi berlangsung, sejumlah warga terlihat duduk di area pagar kantor gubernur sambil bergantian menyampaikan aspirasi. Mereka menilai rencana relokasi belum disertai solusi konkret, terutama terkait penyediaan tempat tinggal baru dan sumber mata pencaharian.
Sekitar 50 ribu jiwa di lima desa terdampak program relokasi di Taman Nasional Tesso Nilo yang dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2025 lalu.
Pengunjuk rasa menolak direlokasi dari kawasan hutan dan mengancam akan bertahan dengan mendirikan tenda di Kantor Gubernur Riau jika tuntutan tidak dipenuhi.