ARS: Optimasi Aset Pemprovsu Jadi Kunci Peningkatan PAD Sumut

Heru - Selasa, 14 April 2026 14:45 WIB
(Dok. F-PKS DPRD Sumut).
Ketua Pansus Aset Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Abdul Rahim Siregar ST MT

Kitakini.news -Ketua Pansus Aset Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut),Abdul Rahim Siregar ST MT menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan aset daerah sebagai kunci utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Abdul Rahim yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut, menyampaikan bahwa Pemprovsu memiliki potensi aset yang sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Nilai aset Pemprovsu saat ini mencapai lebih dari Rp22 Triliun dengan jumlah lebih dari 20,6 juta unit yang tersebar diseluruh kabupaten/kota. Ini adalah kekuatan fiskal yang luar biasa, namun kontribusinya terhadap PAD masih sangat rendah, hanya sekitar 2 persen," terangnya.

Hal ini disampaikan Abdul Rahim menjelang peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ke-78.

Berdasarkan data per 31 Maret 2026, total nilai perolehan aset tercatat sekitar Rp36,49 Triliun dan setelah penyusutan memiliki nilai buku sebesar Rp22,82 Triliun. Aset tersebut mencakup tanah, gedung, jalan, irigasi, jembatan, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Menurutnya, rendahnya kontribusi aset terhadap PAD menunjukkan masih banyak aset yang belum produktif atau bahkan "tidur".

ARS yang juga Ketua Alumni KAMMI Sumut ini menilai persoalan utama terletak pada lemahnya tata kelola, mulai dari aset yang belum bersertifikat, bermasalah secara hukum, hingga pemanfaatan yang belum optimal.

"Masih banyak aset yang belum memiliki kepastian hukum, belum dimanfaatkan, atau disewakan jauh di bawah harga pasar. Ini harus segera dibenahi secara sistematis dan terukur," tegasnya.

Untuk itu, Abdul Rahim mendorong sejumlah langkah strategis. Pertama, melakukan tabulasi dan inventarisasi aset secara digital dan terintegrasi. Kedua, melakukan validasi dan sertifikasi seluruh aset untuk menjamin kepastian hukum.

Ketiga, melakukan revaluasi agar nilai aset sesuai dengan kondisi pasar terkini.Selain itu, ia juga mendorong transformasi pengelolaan aset melalui berbagai skema produktif seperti kerja sama pemanfaatan (KSP), Build Operate Transfer (BOT), hingga penyertaan modal ke BUMD.

"Aset tidak boleh lagi hanya dicatat, tetapi harus dihidupkan menjadi sumber pendapatan yang nyata," tuturnya.

Ia optimistis, jika langkah-langkah tersebut dijalankan secara serius, kontribusi aset terhadap PAD dapat meningkat signifikan dari 2 persen menjadi 5 hingga 10 persen. Dengan demikian, potensi pendapatan dari aset diperkirakan dapat mencapai Rp900 Miliar hingga Rp1,8 Triliun.

"Ini bukan angka yang mustahil, tetapi target realistis jika dikelola dengan visi, inovasi, dan keberanian," tambahnya.

Abdul Rahim menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-78 Pemprovsu harus menjadi titik balik dalam pengelolaan aset daerah.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dapat berkolaborasi untuk menjadikan aset sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

"Aset Pemprovsu harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara," tandas ketua Umum Forum Masyarakat Dalihan Natolu (FORMADANA ) Indonesia ini. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Warga Medan Denai Edarkan Sabu di Padangsidimpuan, Tertangkap di Depan Hotel

News

Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius

News

Digifast 2026, Dorong Kota Medan Makin Digital, Transparan Mengatasi Kebocoran PAD

News

HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara

News

Kuasa Hukum Dhody Thahir Curiga Ada Pihak Kuat di Balik Perkara, Surat yang Dipersoalkan Justru Dibuat Pengacara

News

Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Dhody Thahir: Polisi Harus Tunjukkan Surat Yang Disebut Palsu