Gubsu Lantik Pejabat Yang Sudah Meninggal, Pemprovsu: Tak Akan Kecolongan Gaji

- Sabtu, 25 Februari 2023 11:14 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/eselon1.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news– Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak akan kecolongan lagidalam pembayaran gaji terkait pejabat yang sudah meninggal maupun pensiun.

 

Hal iniditegaskan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut Ismael PanerusSinaga menjawab pertanyaan wartawan terkait masuknya nama orang yang sudahmeninggal 3 tahun lalu pada saat pelantikan 911 pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemprovsu oleh Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, Selasa(21/02/2023).

 

Karenakesalahan tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, pun "melantik"pejabat yang meninggal dunia dan yang telah pensiun menjadi pejabat eselon IIIdan IV Pemprov Sumut.

 

Kepala BadanKepegawaian (BK)  Sumut  Safruddin yang juga sudah mengakui kesalahanpihaknya akibat dipicu karena ada kesalahan data yang ada pada aplikasi sistemkepegawaian (Simpeg).

 

Karenakesalahan data yang tidak update tersebut, pejabat yang sudah meninggal tigatahun lalu dan juga yang sudah pensiun tercatat dalam daftar pejabat yangdilantik Gubernur. 

 

Namunterkait gaji Ismael Sinaga tegas menyatakan soal gaji tidak ada masalah, karenabegitu seseorang itu meninggal dan yang pensiun gaji mereka tidak lagidibayarkan dalam bentuk gaji ASN aktif, karena selanjutnya berlaku pembayarandalam bentuk dana pensiun. 

 

“Untuk gaji,kita pakai sim gaji pak..terpisah dengan simpeg,” jelas Ismael Sinaga, serayamenegaskan dalam permasalahan ini terkait pembayaran gaji pihaknya tidak adakecolongan.

 

Sebelumnya,Kepala BK Safruddin mengungkapkan kesalahan ada pada dirinya sebagai pemimpindi BK Sumut, yang kurang melakukan pengecekan secara detail terkait nama-namatersebut.

 

"Jadiapapun ceritanya ini, kelalaian saya. Akan segera kita perbaiki, kan gak adapersoalan ini. Misalnya lah dikukuhkan dia semalam, kan nggak ada yangdirugikan, kan tinggal ralat SK (Surat Keputusan) nya. Ini lah akan segera diralat," kata Safruddin.

 

Safruddinmencontohkan ASN meninggal dunia itu, bertugas di Nias. Namun tidak ada laporansecara administrasi, bahwa dirinya sudah meninggal dunia. Sehingga secarasistem kepegawaian masih tertera namanya. 

 

Sedangkan,ASN tersebut dikabarkan sudah meninggal dunia 3 tahun lalu. "Memang namadia (ASN meninggal dunia). Tapi dia (bertugas) Nias. Setelah kita cek datanyaternyata sudah meninggal. Nanti akan kita perbaiki, akan ada pengukuhan lagi (penggantinya),"tegasnya.

 

 

Redaksi

 


Tag:

Berita Terkait

News

Waduh, Shin Tae-yong Absen Dampingi Persija Jakarta Hadapi PSMS Medan di League Cup, Kenapa?

News

Konfercab PA GMNI Toba 2026, Hengky Manalu Terpilih sebagai Ketua DPC

News

Pengemudi Ojol, Jhonson: Anak Saya Dibantu Sofyan Tan dari SMA hingga Kuliah

News

Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

News

Sofyan Tan Dorong FOBI Sumut Perkuat Kolaborasi dengan TNI, Target Pertahankan Empat Emas PON 2028

News

Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!”